SERGAP.CO.ID
KAB. KUNINGAN, || Seperti kita ketahui bersama, bahwa media merupakan salah satu sumber informasi di dalam suatu lembaga baik itu lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan.
Namun hal itu tidak berlaku dengan oknum Kepala sekolah MTSN 2 Sindangsari Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat Saleh Setiamiharja, M.Pd.
Pasalnya oknum Kepala sekolah yang baru saja dimutasi dari MTSN Jalaksana dan sekarang menjadi kepala MTSN 2 Sindangsari kurang lebih satu minggu sangat sulit ditemui untuk dikonfirmasi Wartawan terkait program -program yang dikerjakan serta kebijakan yang diterapkan selama menjabat di sekolah tersebut.
Justru yang lebih mengecewakan para awak media yang berkunjung ke sekolah tersebut, lucu dan kocak apabila menyikapi kepala MTSN Sindangsari, Kabupaten Kuningan, ini ia menghindari dari kunjungan wartawan peliput rubrik pendidikan, yang diduga keras bersembunyi di toilet sekolah.
Saleh Setiamiharja, M.Pd yang baru saja menjabat di MTSN 2 Sindangsari kurang lebih satu minggu, kembali mengulangi kejadian menghindari dari kunjungan wartawan setelah beberapa bulan yang lalu sewaktu Ia jadi kepala MTSN Jalaksana yang alergi terhadap wartawan dengan cara keluar dari pintu yang lain agar tidak diketahui oleh wartawan yang sedang menunggunya.
Ada salah satu awak media masuk keruangan sekolah, nampak Saleh Setiamiharja ada didalam ruangan, namun tiba – tiba ia dengan cepat menghilang, lucu kaya anak TK sedang main pentak umpet.
Pasalnya, menurut sejumlah awak media peliput berita pubrik pendidikan, sikap dan prilaku kebiasaan Saleh Setiamiharja menghindari wartawan dengan cara menghilang dari pandangan mata seorang tamu sebuah sikap pengecut, seorang pimpinan semestinya melayani kepentingan tamu.
” Namun hindari dulu sikap negatif tingking ketika tamu dari profesi media datang ke sekolah, apalagi ini sekolah agama yang mengajarkan ahlak dan berbudi pekerti terhadap anak didiknya. “Ujar salah seorang wartawan yang hendak menemuinya.
Ditempat terpisah, H. Herman Darmadi (50), salah seorang pengamat pendidikan yang tinggal di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, menilai seorang kepala sekolah selain sebagai menejerial dan superpisor juga melayani setiap tamu yang datang dengan bermacam ragam kepentingan, sebuah hal yang ironis ketika orang yang akan dikunjungi sudah nampak terlihat oleh tamunya kemudian menghilang tanpa pesan. “Jelasnya.
“Apalagi dengan tamunya sudah saling mengenal, tidak baik pak dengan cara menghindar seperti itu hadapi aja apalagi bapak mengenyam pendidikan S 2. ” Ungkapnya.
(Agus M)






