SERGAP.CO.ID
NTT, || Dalam upaya mengatasi masalah stunting, sebuah langkah berharga terjadi di bawah sinar Nusa Tenggara Timur. Dalam sebuah kolaborasi inspiratif antara Universitas Unwira Kupang dan BKKBN Provinsi NTT, telah dilaksanakan kegiatan fasilitasi dan pembekalan di Desa Boru. Acara ini, yang berlangsung pada Selasa (25/7/23), menjadi tonggak penting dalam menangani prioritas stunting di dua belas provinsi.
Para pemateri, dengan penuh semangat dan arahan dari moderator bapak Ladia Pala Soge, SH., S.AP, memberikan pandangan dalam acara tersebut. Kepala Desa Boru, Kepala Gizi Puskesmas Boru, Ketua PKK Desa Boru, dan Ibu Marlis Leba sebagai Dosen Pendamping Lapangan, semuanya turut berkontribusi dalam memberikan wawasan yang bernilai.
Dalam materi yang dipaparkan, ibu Yosepha Wilhelmina Soge dari staf gizi Puskesmas Boru memperlihatkan pentingnya gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak-anak. Ia menekankan bahwa makanan yang mencakup karbohidrat, vitamin, protein, dan pelarut makanan adalah landasan penting untuk pertumbuhan yang optimal. Kompleksitas materi tersebut menjadi alat edukasi untuk menekan angka stunting yang masih menjadi isu nasional.
Antusiasme peserta yang terdiri dari perangkat desa, petugas kesehatan, kader posyandu, orang tua sasaran stunting, masyarakat umum, dan mahasiswa, menjadi bukti nyata kesadaran akan pentingnya langkah ini. Sesuatu yang luar biasa terjadi ketika peserta mengajukan pertanyaan dan memberikan pendapat, menciptakan ruang bagi pemahaman yang lebih mendalam.
Kegiatan yang dimulai dari jam 09.00 hingga 15.30 Wita ini bukan hanya sekadar acara. Kepala Desa Boru menyatakan bahwa ini adalah momen bersejarah, di mana masyarakat dan berbagai lapisan desa ikut serta sejak awal hingga akhir. Sebuah kolaborasi yang melibatkan semua, karena seperti yang diungkapkan oleh bapak Ladia Soge dalam kata penutupnya, “Kapan lagi kalau bukan sekarang dan siapa lagi kalau bukan kita untuk memutus rantai stunting ini.”
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, langkah-langkah positif seperti ini menjadi landasan kokoh untuk mengarahkan generasi mendatang menuju kesehatan dan perkembangan yang optimal.
(Desi)






