Air Bersih Untuk Kota Kupang: Harapan Maksimal dalam Kolaborasi Investasi

Caption : Kepala bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdi Jermias

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Perumda Air Minum Kota Kupang (PDAM) bersama Pemerintah Kota Kupang merencanakan langkah besar untuk meningkatkan ketersediaan air baku bagi warga kota. Menanggapi persoalan kurangnya kapasitas air yang masih merajai kota ini, PDAM bekerja sama dengan pihak investor dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan air baku di wilayah ini.

Bacaan Lainnya

Kepala bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdi Jermias, dalam wawancara di ruang kerjanya pada Kamis (27/7/2023), menyatakan bahwa cakupan layanan air baku di kota ini masih tergolong kecil, baru mencapai 15 persen dari total jumlah penduduk kota. Terutama di luar wilayah Kabupaten Kupang, di mana di 45 Kelurahan sudah mendapatkan pelayanan air secara menyeluruh.

“Jujur, jika gabungan dari PDAM Kota dan Kabupaten, baru mencapai 45-50 persen penduduk kota Kupang yang terlayani. Namun, masih ada wilayah-wilayah yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal,” ungkap Ferdi.

Menurut Ferdi, durasi pengaliran air kepada pelanggan cukup bervariasi, tergantung dari ketersediaan sumber air. Pengaliran air bisa dilakukan selama 24 jam sehari, bahkan ada wilayah yang hanya menerima suplai air dua kali seminggu, atau bahkan hanya sekali dalam seminggu. Hal ini dikarenakan sumber air yang bersifat parsial dan terpisah berdasarkan kelurahan, sehingga menyebabkan keterbatasan pelayanan.

Ferdi juga mengakui bahwa pihaknya mengalami kendala dalam suplai listrik dari PLN yang sering bermasalah, sehingga berdampak pada pelayanan suplai air kepada pelanggan. Namun, PDAM berusaha untuk tetap konsisten dalam pelayanan air meskipun menghadapi kendala tersebut.

Dalam Menghadapi musim kemarau yang seringkali mengurangi ketersediaan air, PDAM Kota Kupang akan melakukan penjadwalan ulang pengaliran air sesuai dengan kondisi debit air saat itu.

Ferdi menjelaskan bahwa PDAM Kota Kupang selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten Kupang terkait hal teknis, termasuk mengatasi kerusakan jaringan perpipaan yang bocor. Air baku PDAM Kota Kupang berasal dari air permukaan dan air sumur bor, termasuk dari Kali Dendeng dan mata air Oeba, untuk menyuplai 45 kelurahan di kota ini.

Namun, beberapa wilayah di Kota Kupang masih belum mendapatkan optimalisasi sumber baku air secara maksimal, seperti kelurahan TDM, kelurahan Oebbo cabang air, kayu putih, dan Kelurahan Alak. Oleh karena itu, PDAM Kota Kupang berharap dapat meningkatkan pelayanan air dengan membuka pintu kerjasama dengan dua investor.

“Pemerintah kota berupaya keras agar seluruh masyarakat dapat terlayani secara maksimal. Untuk itu, kami membuka peluang kerjasama dengan investor dan satker Tanah Air Baku (P2T) guna mengoptimalkan lokasi sumur bor yang belum dioptimalkan,” tutup Ferdi.

Dalam komitmen menuju “Air 24 Jam” pada tahun 2024, PDAM Kota Kupang berharap kolaborasi ini akan menghadirkan harapan maksimal bagi warga kota, khususnya di wilayah tengah dan barat Kota Kupang. Semoga dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, masalah kekurangan air baku dapat segera teratasi, dan kenyamanan hidup warga Kota Kupang meningkat secara signifikan.

(Desi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *