Pekerjaan Drainase P3A Di Desa Guranteng Diduga Asal-Asalan

SERGAP.CO.ID.

KABUPATEN TASIKMALAYA, || Pekerjaan Saluran Drainase Di Ciendut tepat nya di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya,Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air yang dikerjakan oleh pelaksana P3A Buana Raharja Guranteng pelaksana P3A pada kawasan Persawahan Di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Diduga asal-asalan.

Bacaan Lainnya

Pantauan awak media di lapangan, pekerjaan pembangunan tersebut diduga kurang mendapat pengawasan dari tim pengawas. Pembangunan saluran drainase yang dikerjakan oleh pelaksana P3A Buana Raharja diduga kurang memiliki kualitas, pemasangan batu pondasi dipasang tanpa ada adukan pasir dan semen terlebih dahaulu, seharusnya setelah tanah digali untuk peletakan batu pondasi tanah dikasih adukan dulu pasir dan semen menurut pantauan tim media dilokasi, yang terlihat batu untuk pondasi awal di ampar tanpa di kasih adukan sehingga menurut kami tidak memenuhi standar kualitas.

Berdasarkan pantauan beberapa awak media,1-5-2023 pekerjaan Saluran Drainase Pelaksana P3A Buana Raharja Guranteng NOMOR PKS 65/PKS/P3-TGAI/0PIII/IV/2023, yang tidak terpang pang volume panjang yang di biayai oleh APBN, nilai kontrak Rp.195.000.000, waktu pelaksanaan 60 hari kalender tahun 2023 Program dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Satler Oprasi Dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citanduy.

Mohon kiranya pihak yang terkait untuk mengevaluasi proses pelaksanaan pekerjaan galian tanah untuk pondasi dan kualitas semen yang di pakai di hawatirkan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan, yang akan terjadinya kerusakan dalam waktu singkat. Kuat dugaan pembangunan saluran itu tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun pedoman umum pelaksanaan konstruksi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Kualitas bangunan juga dipertanyakan dan di khawatirkan kekuatannya, menurut salah satu tokoh yang ada disekitar lokasi pekerjaan dimana pekerjaan saluran air tidak terpang pang volume panjang dan lebar di papan informasi proyek, dan menggunakan “Semen Label SCC.

“Nanti kalau sudah jadi takut saluran drainase itu mudah retak, pecah, keropos, melengkung atau ambrol karena tidak dikasih adukan dasar pondasi penggalian sebelum batu pondasi di letakan, dan menurut keterangan warga yang tidak mau di sebut namanya proyek tersebut menggunakan semen yang tidak sesusi dengan label yang sudah di tentukan.

Sementara itu, dilokasi Pekerjaan Saluran Drainase, Ketua Pengurus Kelompok P3A Buana Raharja Guranteng tidak berada di lokasi proyek saat hendak dikonfirmasi.

(Jajang H.)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *