Rapat Kerja Pamong Praja, Dandim 1613/Sumba Barat : PMT Olahan Kelor Membantu Turunkan Stunting

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT, || Bupati Sumba Barat menekankan agar Raker Pamong Praja harus menjadi wahana bagi semua untuk berkomitmen dalam mensukseskan upaya-upaya pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumba Barat.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka Rapat Kerja Pamong Praja yang dirangkai penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Penentuan Titik Batas antara Kelurahan/Desa di aula kantor Bupati, Selasa (29/11/2022).

Bupati melanjutkan, terkait permasalahan stunting adalah tanggungjawab bersama, baik aparatur pemerintahan sampai ditingkat Rukun Warga, tenaga medis dan paramedis yang harus selalu berinisiatif menganalisa lingkungan tugas, serta orang tua yang harus terus berupaya memenuhi asupan gizi anak.

Ia menerangkan bahwa hasil dari kegiatan bulan timbang pada Agustus 2022 yang lalu, tercatat Prevelensi Stunting di Kabupaten Sumba Barat berada pada angka 23,3% dengan jumlah total stunting sebanyak 2611 jiwa, 749 jiwa di antaranya adalah Baduta. Target pemerintah daerah di tahun 2023 Prevalensi Stunting dapat di tekan di bawah 14%.

Dalam kesempatan itu, tidak lupa juga Bupati Sumba Barat atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ratu N.B. Wulla, ST Anggota DPR RI Komisi IX yang kemarin telah memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Ibu Hamil dan Balita sebanyak 2 (dua) ton untuk Kabupaten Sumba Barat, dan beliau pun berjanji akan memberikan tambahan bantuan tersebut jika diperlukan.

Bupati berharap kepada semua pihak untuk dapat menyusun program kerja, sasaran serta langkah konkrit secara sinergi dalam menanggulangi permasalahan Stunting di seluruh wilayah kerja Kabupaten Sumba Barat, serta guna mewujudkan generasi baru yang sehat, cerdas dan berkualitas baik dari segi fisik maupun mental.

“Terkait penanganan stunting yang dibiayai dari dana desa antara lain Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan untuk Ibu Hamil Kurang Energi Kronis, dan Baduta Stunting selama 90 hari berturut-turut, saya tegaskan! agar PMT tersebut dilaksanakan dengan baik dan bertanggungjawab. Saya banyak mendapat informasi dari masyarakat bahwa banyak oknum Kepala Desa yang sudah mencairkan dana tersebut namun tidak melaksanakan PMT selama 90 hari berturut-turut. Padahal banyak anak-anak di desa yang sangat membutuhkan bantuan telur, susu dan lain-lain, namun beberapa oknum kepala desa tidak memanfaatkan dana PMT tersebut secara bertanggungjawab.” Tegas Bupati Sumba Barat.

Pemerintah juga terus berupaya untuk memutus mata rantai kemiskinan, angka kemiskinan Kabupaten Sumba Barat berdasarkan Sumba Barat Dalam Angka Tahun 2022 sebesar 28,51%, dari prosentase tersebut sebanyak 11% masuk kategori Kemiskinan Ekstrim. Target Presiden RI Tahun 2024 angka kemiskinan ekstrim di Indonesia adalah 0 (Nol).

“Untuk itu saya minta perhatian seluruh jajaran pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten sampai desa/kelurahan, para pengelola program, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan intansi vertikal agar kita bahu-membahu, saling bekerjasama untuk terlaksananya program/kegiatan yang lebih baik di Tahun Anggaran 2023 dalam upaya mendukung target penurunan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumba Barat.” Tegas Bupati Yohanis Dade.

Sementara itu Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Czi Rahadian Firnandi,S.Hub.Int dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa berkaitan dengan tugas TNI sesuai dengan undang – undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI melaksanakan Operasi militer selain perang, TNI mendukung program pembangunan pemerintah, bagaimana mungkin kekuatan pertahanan kita kuat jika SDMnya lemah dengan adanya stunting.

“Mari bersama-sama bergandengan tangan bersama dengan memanfaatkan Stakeholder yang ada dengan bergandengan tangan pasti kita bisa karena kita tidak bisa bekerja sendiri” Ucapnya

TNI juga membantu pemerintah dalam perangi stunting yaitu program Tentara manunggal dengan air dan pembuatan Toilet yang layak salah satu tehnis untuk menurunkan stunting dengan memanfaatkan sekitar untuk di tanami sayuran ini salah satu aksi nyata yang di lakukan TNI khususnya Angkatan Darat khususnya Kodim 1613/Sumba Barat.

“TNI mempunyai program tentang pendistribusian PMT yang di lakukan oleh pemerintah provinsi tentang olahan bubuk serbuk kelor yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi yang potensi unggulan daerah kita yang bisa di manfaatkan untuk menurunkan angka stunting” Pungkasnya

Lanjutnya, Dalam setiap kegiatan diharapkan kolaboratif bersinergi, jika ada kendala dalam penyaluran PMT kami TNI siap membantu. Saya apresiasi para Kepala Desa, Camat yang selalu bekerjasama dan berkomunikasi dengan Babinsa Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah berbuat dan berusaha dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat” Tutupnya Letkol Czi Rahadian Firnandi

Hadir dalam rapat kerja pamong praja, Wakil Bupati Sumba Barat John Lado Bora Kabba, S.Pd, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Dominggus R. Come, Wakil Ketua DPRD Lukas Lebu Gallu, SH, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Czi Rahadian Firnandi,S.Hub.Int, Kapolres Sumba Barat AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., Staf Ahli Bupati Sumba Barat, Asisten Sekda Sumba Barat, Para pimpinan OPD/Unit Kerja seKabupaten Sumba Barat, para Camat, Lurah dan Kepala Desa sekabupaten Sumba Barat.

(Ms/Sergap)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *