Milad IGRA ke-24, Bupati Cecep Dorong Peningkatan Kompetensi Guru RA di Kabupaten Tasikmalaya

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA || Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., mendorong Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan kompetensi tenaga pendidik guna menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang aman, nyaman, serta mampu mengembangkan potensi setiap anak.

Bacaan Lainnya

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Cecep saat menghadiri peringatan Milad ke-24 IGRA sekaligus pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) IGRA se-Kabupaten Tasikmalaya periode 2026-2029 di Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/11/2026).

Menurut Cecep, keberadaan IGRA memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Raudhatul Athfal (RA). Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membentuk fondasi kepribadian anak sejak usia dini.

“Saya berharap IGRA terus mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kompetensi para pendidik, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan potensi setiap anak,” ujar Cecep.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dimulai melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendorong pembangunan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi mewujudkan kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus mendorong peningkatan kualitas SDM agar sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya yang religius/islami, maju, adil, dan makmur,” tambahnya.

Pelantikan pengurus PC IGRA periode 2026-2029 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi, meningkatkan profesionalisme guru, serta memperluas kontribusi IGRA dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.

Di sisi lain, tantangan pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik dalam mengajar. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, serta dukungan orang tua dan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Karena itu, sinergi antara organisasi profesi, satuan pendidikan, keluarga, dan pemerintah daerah diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan RA dapat diwujudkan secara nyata, bukan sebatas program dan seremonial organisasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama beserta jajaran, Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Bidang Pembinaan Karakter dalam Keluarga TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, para pimpinan daerah, pengurus IGRA, kepala RA, guru RA se-Kabupaten Tasikmalaya, serta tamu undangan lainnya.

Melalui momentum Milad ke-24 dan pelantikan pengurus baru tersebut, IGRA diharapkan semakin memperkuat perannya dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *