KAB. PESISIR SELATAN, || Wahyudi meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Api-Api Pasar Baru, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan mengantongi 475 suara. Berdasarkan rekapitulasi Panitia Pemilihan Wali Nagari, Rabu (21/10/2026), kemenangan tersebut belum menunjukkan dominasi mutlak karena pesaing terdekatnya, Yowanda Satria Perdana, hanya terpaut 45 suara.
Hasil penghitungan dari lima tempat pemungutan suara (TPS) menempatkan Wahyudi, calon nomor urut 1, di posisi teratas. Yowanda, calon nomor urut 3, menyusul dengan 430 suara. Sementara itu, Cun Aprijoni memperoleh 187 suara dan Harsil mengumpulkan 173 suara.
Persaingan paling menarik terlihat di TPS IV. Yowanda unggul dengan 146 suara, sedangkan Wahyudi memperoleh 104 suara. Namun, keunggulan Yowanda di TPS tersebut belum mampu menggeser posisi Wahyudi secara keseluruhan.
Sebaliknya, Wahyudi menunjukkan perolehan yang relatif kuat di TPS I, II, dan III. Konsistensi suara di sejumlah TPS menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya memimpin rekapitulasi akhir.
Meski demikian, angka kemenangan tersebut perlu dibaca secara proporsional. Dari total 1.265 suara sah yang dilaporkan panitia, Wahyudi memperoleh sekitar 37,5 persen. Artinya, dukungan terhadap pemenang belum mencapai separuh dari seluruh suara sah yang tercatat.
Data rekapitulasi juga mencatat 10 surat suara rusak atau batal serta 586 surat suara tidak terpakai. Namun, terdapat hal yang perlu diperjelas: jumlah suara sah, surat suara batal, dan surat suara tidak terpakai jika dijumlahkan mencapai 1.861. Angka ini disebut sebagai total partisipasi pemilih, padahal surat suara tidak terpakai bukan suara yang diberikan pemilih. Karena itu, panitia perlu menjelaskan dasar penghitungan agar informasi partisipasi tidak menimbulkan penafsiran keliru.
Dokumen rekapitulasi ditandatangani Ketua Panitia Gilang Syafutra, Sekretaris Alnofra Melba Putra, Bendahara Emiu Permata Sari, serta anggota panitia. Para saksi dari keempat calon juga tercatat menandatangani dokumen tersebut.
Hasil ini menjadi pijakan awal bagi Wahyudi untuk menjalankan amanah sebagai wali nagari. Tantangan berikutnya ialah merangkul seluruh kelompok masyarakat, termasuk pendukung kandidat lain, demi membangun pemerintahan nagari yang terbuka, adil, dan bertanggung jawab.
(Red)






