LEMBATA, || SMP St. Gregorius Lewoleba mendapat apresiasi dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Lembata karena konsisten berpartisipasi dalam berbagai kegiatan literasi. Sekolah ini dinilai menjadi salah satu mitra aktif dalam membangun budaya baca dan menulis di kalangan pelajar.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala DKP Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, saat membuka kegiatan Bulan Bahasa SMP St. Gregorius Lewoleba di Aula Goris Keraf, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Gema Bahasa Nusantara: Satu Rasa dalam Berjuta Kata” itu diikuti sekitar 150 siswa bersama para guru. Pemilihan kantor DKP sebagai pusat kegiatan menjadi langkah kolaboratif untuk mendekatkan peserta didik dengan fasilitas perpustakaan daerah sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Anselmus Asan Ola mengungkapkan, SMP St. Gregorius merupakan salah satu sekolah yang aktif mengambil bagian dalam program literasi yang diselenggarakan DKP Lembata. Konsistensi tersebut, menurut dia, penting untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berbahasa peserta didik.
“Saya senang karena kegiatan seperti ini mendukung peningkatan kemampuan anak-anak kita dalam berbahasa dari tahun ke tahun. SMP St. Gregorius merupakan salah satu sekolah yang paling aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata,” ujar Anselmus.
Ia menegaskan, DKP Lembata terbuka terhadap pemanfaatan fasilitas perpustakaan dan ruang kegiatan untuk mendukung program literasi sekolah. Sinergi antara lembaga pendidikan dan perpustakaan daerah dinilai menjadi salah satu strategi untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Anselmus juga mengingatkan siswa agar tidak memaknai Bulan Bahasa sebatas perayaan bahasa Indonesia. Momentum tersebut, katanya, harus menjadi ruang untuk menghargai bahasa ibu dan keragaman bahasa daerah yang merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat.
“Jangan sampai kita terjebak pada pemahaman bahwa Bulan Bahasa hanya tentang bahasa Indonesia, lalu melupakan bahasa ibu yang kita miliki. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, dengan bahasa dan dialek yang beragam. Namun, bahasa Indonesia memungkinkan kita berkomunikasi dan membangun persatuan,” pesannya.
Menurut Anselmus, penguasaan bahasa Indonesia penting untuk membangun komunikasi lintas budaya, menunjang pendidikan, dan memperkuat interaksi sosial. Pada saat yang sama, kemampuan berbahasa asing perlu dikembangkan tanpa mengabaikan bahasa ibu serta identitas kebudayaan sendiri.
Ia menilai, keterampilan berbahasa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan kosakata dan tata bahasa, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, serta memperluas wawasan. Karena itu, kebiasaan membaca dan menulis perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa SMP St. Gregorius di kantor DKP Lembata meliputi membaca buku, meresensi isi bacaan, dan mengumpulkan hasil resensi. Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih siswa memahami bacaan secara kritis, mengidentifikasi gagasan utama, serta menyampaikan pendapat secara tertulis dengan bahasa yang baik.
Melalui kegiatan itu, siswa tidak hanya diperkenalkan pada aktivitas membaca sebagai rutinitas, tetapi juga diarahkan untuk mengolah informasi dan membangun pemikiran secara sistematis. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari literasi yang mendukung proses pembelajaran sepanjang hayat.
Tema “Gema Bahasa Nusantara: Satu Rasa dalam Berjuta Kata” merefleksikan kekayaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat. Keberagaman bahasa menjadi kekuatan budaya, sedangkan bahasa Indonesia berperan sebagai jembatan komunikasi dan pemersatu bangsa.
Kepala SMP St. Gregorius Lewoleba, Rikardus M. Daton, melalui Kepala Urusan Kesiswaan, Fransiskus M. Bas, menyampaikan terima kasih kepada Kepala DKP beserta jajaran yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kepala Dinas yang telah membuka kegiatan ini. Kami datang dengan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan di sini dan memohon bimbingan serta arahan dari Bapak dan Ibu pegawai agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik,” kata Fransiskus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kearsipan DKP Lembata, Yety Lorens; Kepala Urusan Kurikulum SMP St. Gregorius, Indriani Sani; serta Kepala Urusan Perpustakaan sekolah, Yosefina Dau.
Pelaksanaan Bulan Bahasa di lingkungan perpustakaan daerah ini memperlihatkan bahwa penguatan literasi membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan lembaga layanan publik. Melalui kegiatan membaca dan meresensi buku, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan daya kritis, keterampilan menulis, dan kecakapan berbahasa sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan.
(Sabatani)






