KOTA TASIKMALAYA, || Ribuan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren memadati Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026), untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pondok pesantren serta lembaga pendidikan tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK. Berdasarkan informasi panitia atau penyelenggara peserta berasal dari sekitar 270 pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kota Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto, S.H., S.I.K., M.H., turut menghadiri upacara tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional sekaligus mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membimbing dan mendukung para santri.
Menurut Andik, dukungan tersebut penting agar santri tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta mampu bersinergi dalam pembangunan bangsa.
Ia juga berharap para santri dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang sejahtera dan mendukung cita-cita Indonesia Emas.
“Selamat Hari Santri Nasional. Mari bersama-sama membimbing dan mendukung para santri, khususnya di Kota Tasikmalaya, agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap bersinergi menguatkan negeri,” ujarnya.
Salah seorang santri yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku bangga menjadi bagian dari kalangan santri. Menurutnya, santri memiliki kesempatan untuk bersaing di bidang akademik maupun meniti karier di berbagai sektor.
Ia menilai, pandangan terhadap santri kini semakin terbuka, seiring dengan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai fakultas dan berkarier sebagai anggota TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), maupun profesi lainnya.
Di sisi pengamanan, sekitar 230 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, termasuk kegiatan pawai.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam laporan kegiatan, pengamanan berlangsung aman dan terkendali hingga rangkaian acara berakhir.
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi kalangan pesantren untuk menunjukkan peran santri dalam pendidikan, kehidupan sosial, dan pembangunan bangsa. Namun, rincian jumlah peserta, daftar lembaga yang terlibat, serta data resmi pengamanan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara dan aparat terkait.
(Udan)






