KUPANG, || Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang NTT dan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks dan penyakit jantung sejak dini.
Aksi peduli kesehatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Kupang, kawasan Kelapa Lima, Sabtu (17/10/2026), ini meliputi senam jantung sehat, penyuluhan kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dalam rangka memperingati HUT pertama PINTI NTT.
Ketua PINTI NTT, Theressia Avilla, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya perempuan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak dini penting untuk mendeteksi risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Jangan malu, jangan takut untuk memeriksakan diri. Kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita sejak dini agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat sebelum terlambat,” tegas Theressia.
Ia menjelaskan, sejak terbentuk pada 6 September 2025, PINTI NTT telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, mulai dari pengobatan gratis dan pemberian makanan kepada seribu anak untuk mendukung pencegahan stunting hingga edukasi deteksi dini kanker payudara.
Melalui kolaborasi dengan YJI dan Dinas Kesehatan Kota Kupang, PINTI NTT ingin memperluas edukasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat membiasakan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi kontribusi PINTI NTT meskipun baru memasuki usia satu tahun.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan, termasuk dengan menjaga pola makan, berolahraga, beristirahat cukup, dan memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang tersedia.
Widya juga mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, termasuk mendeteksi hipertensi yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.
“Kalau kita mengetahui penyakit lebih cepat, kita bisa mengetahui penanganan apa yang harus dilakukan. Dengan minum obat secara teratur, menjaga pola hidup, dan melakukan pemeriksaan, risiko komplikasi dapat dikendalikan,” jelasnya.
Perempuan Diimbau Tidak Menunda Skrining Kanker Serviks
Dalam sesi edukasi kesehatan, dr. Erma menjelaskan bahwa kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Infeksi HPV tertentu dapat menyebabkan perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker apabila tidak terdeteksi dan ditangani.
Karena itu, perempuan diimbau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai skrining kanker serviks sesuai usia, riwayat kesehatan, dan rekomendasi medis.
Salah satu metode pemeriksaan yang dapat diakses masyarakat melalui fasilitas kesehatan adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).
Pemeriksaan IVA juga difasilitasi dalam kegiatan tersebut melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Sikumana.
Dr. Erma menegaskan, perempuan tidak perlu merasa malu atau takut untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya karena pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan privasi pasien.
“Jangan ragu dan jangan malu untuk melakukan pemeriksaan. Ibu-ibu bisa datang ke puskesmas untuk berkonsultasi dan melakukan skrining. Semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin baik peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Ia turut memperkenalkan semangat program SPIN atau Selamatkan Perempuan Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan perempuan dan mencegah kanker serviks.
Dokter Jantung Ingatkan Risiko Gangguan Irama Jantung
Sementara itu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Rissa Delong, Sp.JP, mengingatkan masyarakat agar mengenali faktor risiko penyakit jantung dan tidak menunggu munculnya gejala berat untuk memeriksakan diri.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dipelajari masyarakat adalah memeriksa denyut nadi secara mandiri untuk mengenali frekuensi dan keteraturan denyut jantung.
Menurutnya, denyut jantung yang tiba-tiba tidak teratur atau terasa berbeda dari biasanya perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Kalau Bapak dan Mama merasakan denyut jantung tiba-tiba tidak teratur, ada jeda, atau terasa berbeda dari biasanya, jangan diabaikan. Segera periksakan diri ke dokter atau puskesmas,” pesannya.
Ia menjelaskan, gangguan irama jantung, termasuk fibrilasi atrium, perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko stroke. Namun, pemeriksaan denyut nadi secara mandiri tidak dapat memastikan diagnosis sehingga pemeriksaan medis, termasuk elektrokardiogram (EKG), diperlukan apabila terdapat keluhan.
Dr. Rissa juga mengingatkan pentingnya mengendalikan tekanan darah tinggi, menjaga berat badan, menghindari rokok, serta rutin berolahraga untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
“Jangan menunggu sampai terjadi stroke atau serangan jantung baru datang memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula kita bisa mendapatkan penanganan yang sesuai,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PINTI NTT bersama YJI Cabang NTT dan Dinas Kesehatan Kota Kupang berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan, terutama melalui pemeriksaan rutin, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PINTI NTT untuk memperkuat peran sosial organisasi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Kupang.
(Desy)






