KUPANG, || Skrining kanker payudara bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan di Kota Kupang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan perempuan. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, serta sejumlah mitra terkait.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Kupang, Dr. Widya Cahya; Kepala BKPPD Kota Kupang, Abul Avensius, S.T., M.M.; Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto; Bidan Minarti Nurgrahany; serta jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan ASN perempuan.
Pelaksanaan skrining ini menyoroti pentingnya akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan bagi perempuan, termasuk pemahaman mengenai tanda-tanda perubahan pada payudara serta langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Deteksi dini perlu disertai edukasi yang tepat dan akses terhadap pelayanan kesehatan lanjutan. Skrining bukan merupakan diagnosis akhir, sehingga peserta yang memperoleh hasil pemeriksaan mencurigakan perlu mendapatkan evaluasi medis sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Sebelumnya, pada Kamis (15/10), Pemerintah Kota Kupang bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), KRIS, dan mitra kesehatan juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Kolaborasi tersebut turut memberi perhatian pada kesehatan perempuan, termasuk dukungan terhadap skrining kanker payudara.
Keterlibatan pemerintah, organisasi perempuan, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat edukasi serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang tersedia.
Untuk memastikan manfaat program bagi masyarakat, informasi mengenai jumlah peserta, metode skrining, hasil pelaksanaan secara agregat, ketersediaan pemeriksaan lanjutan, serta mekanisme rujukan masih perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara.
Dengan demikian, kegiatan skrining tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan, tetapi juga dapat mendukung peningkatan pemahaman perempuan mengenai kesehatan dan pentingnya menindaklanjuti temuan medis sesuai arahan tenaga kesehatan.
(Desy)






