Lisda Hendrajoni Jenguk Gustia Permata Sari, Atlet Paralayang Pessel yang Alami Kecelakaan

SERGAP.CO.ID

KOTA PADANG, || Biaya pengobatan Gustia Permata Sari, atlet paralayang asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang mengalami kecelakaan saat bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat di Kota Solok, ditanggung melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut memungkinkan atlet itu menjalani perawatan medis tanpa harus menanggung sendiri biaya pengobatan yang dijamin program.

Bacaan Lainnya

Gustia mengalami crash landing atau pendaratan keras saat mengikuti pertandingan paralayang. Insiden tersebut menyebabkan cedera pada bagian lengan sehingga ia memerlukan tindakan reposisi dan penanganan lanjutan berupa operasi di Rumah Sakit Siti Rahmah, Kota Padang.

Anggota DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, menjenguk Gustia pada Minggu (11/10/2026), didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan, Ronald Bernando. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi atlet sekaligus memberikan dukungan moral selama menjalani perawatan.

Lisda menyampaikan keprihatinannya atas kecelakaan yang dialami Gustia. Ia berharap proses operasi dan pemulihan berjalan lancar sehingga atlet tersebut dapat kembali beraktivitas setelah kondisinya pulih.

“Kami tentu sangat prihatin atas musibah yang dialami Gustia. Semoga seluruh proses penanganan medis berjalan lancar dan Gustia segera diberikan kesembuhan. Yang terpenting saat ini adalah kesehatannya dan bagaimana proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Lisda, kejadian tersebut memperlihatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi atlet, terutama mereka yang mengikuti cabang olahraga dengan risiko cedera cukup tinggi.

Ia menjelaskan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet dan ofisial kontingen Pesisir Selatan yang mengikuti Porprov telah difasilitasi sebelumnya melalui bantuan pembiayaan pendaftaran darinya.

“Sejak awal kita ingin memastikan seluruh atlet yang berjuang membawa nama baik Pesisir Selatan memiliki perlindungan jaminan sosial. Kita tentu tidak menginginkan adanya kecelakaan, tetapi ketika musibah terjadi, setidaknya atlet dan keluarganya tidak lagi dibebani persoalan biaya pengobatan,” kata Lisda.

Meski demikian, perlindungan pembiayaan medis tersebut tidak menghilangkan risiko kecelakaan dalam pertandingan. Karena itu, aspek keselamatan tetap perlu mendapat perhatian, mulai dari kesiapan teknis atlet, kondisi cuaca, hingga dukungan penanganan medis ketika insiden terjadi.

Pada cabang paralayang, kesiapan peralatan, kemampuan teknis, serta kondisi cuaca menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan. Namun, penyebab terjadinya kecelakaan yang dialami Gustia belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.

Lisda menegaskan, pencapaian prestasi harus berjalan seiring dengan upaya melindungi keselamatan dan kesehatan atlet. Menurutnya, atlet merupakan aset daerah yang membutuhkan dukungan tidak hanya ketika meraih kemenangan, tetapi juga saat menghadapi musibah.

“Prestasi tentu menjadi harapan kita bersama. Namun, keselamatan dan kesehatan atlet harus tetap menjadi prioritas utama. Atlet adalah aset berharga daerah yang harus kita jaga dan lindungi,” tambahnya.

Sementara itu, Ronald Bernando turut memberikan dukungan kepada Gustia selama menjalani perawatan. Kehadiran Kepala Disparbudpora tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap atlet yang mengalami musibah ketika memperjuangkan nama Pesisir Selatan dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Lisda juga berpesan agar Gustia tetap kuat dan berfokus pada pemulihan. Ia berharap keluarga atlet tersebut diberikan kekuatan dan ketabahan selama mendampingi proses pengobatan.

“Menjadi atlet adalah sebuah pengabdian dan kebanggaan. Gustia sudah menunjukkan semangat perjuangannya untuk daerah. Sekarang fokuslah pada kesembuhan, jangan memikirkan hal lain terlebih dahulu,” pesannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada medali dan prestasi. Perlindungan jaminan sosial, perhatian terhadap keselamatan, serta dukungan selama pemulihan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan karier atlet.

Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Gustia diharapkan dapat menjalani tahapan pengobatan sesuai ketentuan program dan kembali menekuni olahraga paralayang setelah dinyatakan pulih.

(Wempi Hardi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *