Gunakan Mesin Combine Harvester, Babinsa Pahunga Lodu Dampingi Petani Panen Padi

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR, NTT, || Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu, Kodim 1601/Sumba Timur, Serka Yohanes Saekoko, mendampingi petani memanen padi menggunakan mesin combine harvester di Desa Lambakara, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap sektor pertanian dan upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah binaan.

Bacaan Lainnya

Penggunaan mesin pemanen modern tersebut diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses panen, mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual, serta meningkatkan efisiensi waktu dan pekerjaan di lahan pertanian.

Dalam kegiatan itu, Serka Yohanes Saekoko hadir mendampingi petani yang memanfaatkan teknologi mekanisasi pertanian untuk mendukung proses pemanenan. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya petani yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Pemanfaatan combine harvester menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kegiatan panen secara lebih efisien. Mesin ini umumnya menggabungkan beberapa tahapan pekerjaan, seperti memotong tanaman, merontokkan gabah, dan memisahkan gabah dari sisa tanaman, sehingga sejumlah proses dapat dilakukan dalam satu rangkaian kerja.

Meski demikian, efektivitas penggunaan mesin pertanian tetap dipengaruhi kondisi lahan, kesiapan peralatan, biaya operasional, serta ketersediaan operator. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Kehadiran Babinsa di tengah petani juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan semakin termotivasi untuk mengelola lahan secara produktif dan memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan usaha pertanian.

Dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada proses panen, tetapi juga pada kualitas benih, ketersediaan pupuk, pengairan, pengendalian hama, serta akses pemasaran hasil pertanian.

Oleh karena itu, sinergi antara petani, aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian tetap diperlukan untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu turut mendukung upaya penguatan sektor pertanian di Desa Lambakara. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan dukungan berkelanjutan, sektor pertanian di Kecamatan Pahunga Lodu diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Timur.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *