HUT Ke-81 TNI, Wadan Yonif TP 930/TT Tekankan Profesionalisme Prajurit

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TENGAH, NTT, || Wakil Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/TT Mayor Inf Wilando Sitomorang memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Solapora MA, Kabupaten Sumba Tengah.

Bacaan Lainnya

Upacara tersebut diikuti prajurit Yonif TP 930/TT dalam suasana sederhana dan penuh khidmat. Peringatan HUT TNI menjadi momentum untuk mengingat kembali tugas dan tanggung jawab prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mayor Inf Wilando Sitomorang membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Amanat tersebut berisi apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

Panglima TNI menekankan bahwa kepercayaan rakyat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Kepercayaan tersebut tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas pertahanan, tetapi juga melalui sikap profesional, disiplin dan integritas setiap prajurit.

Penguatan TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi alat pertahanan, menurut Panglima, harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan personel. Prajurit dituntut memiliki kompetensi, kesiapan dan profesionalisme sesuai tugas masing-masing agar sumber daya yang diberikan negara dapat dimanfaatkan secara optimal.

Amanat tersebut juga menyoroti tantangan yang berkembang, mulai dari ketidakpastian global, dinamika ruang informasi hingga ancaman terhadap keutuhan wilayah. Kondisi tersebut membutuhkan prajurit yang mampu beradaptasi tanpa meninggalkan jati diri dan arah pengabdian TNI.

Dalam menghadapi tantangan itu, Panglima TNI meminta seluruh personel menjadikan PRIMA sebagai budaya dalam menjalankan tugas. PRIMA merupakan akronim dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.

Pada aspek Profesional, prajurit diminta menguasai tugas dan tanggung jawab, menjaga kemampuan melalui latihan yang realistis, meningkatkan kompetensi serta menjalankan tugas berdasarkan hukum dan integritas.

Sementara prinsip Responsif menuntut prajurit peka terhadap perubahan lingkungan, mampu mengenali potensi ancaman sejak dini serta bertindak cepat, tepat dan terukur ketika negara maupun masyarakat membutuhkan.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa profesionalisme TNI tidak cukup hanya ditunjukkan dalam kegiatan seremonial. Kemampuan menjalankan tugas secara terukur, taat aturan dan responsif terhadap kondisi di lapangan menjadi bagian penting dari pengabdian prajurit.

Bagi Yonif TP 930/TT, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan tugas di wilayah Sumba Tengah. Nilai pengabdian yang disampaikan dalam amanat Panglima TNI diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai. Peringatan HUT ke-81 TNI di Sumba Tengah tidak hanya menjadi perayaan hari jadi institusi, tetapi juga menjadi pengingat bagi prajurit untuk terus menjaga profesionalisme, kepercayaan rakyat dan komitmen terhadap tugas negara.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *