KUPANG, ||Perumda Air Minum Kota Kupang mencatat sejumlah capaian dalam satu tahun masa kepemimpinan baru.
Pembenahan dilakukan mulai dari kinerja keuangan, perluasan jaringan, peningkatan jam layanan hingga penguatan pelayanan kepada pelanggan.
Mengacu pada standar penilaian BPPSPAM, tingkat kesehatan perusahaan meningkat dari kategori kurang sehat dengan skor 2,70 pada 2024 menjadi sehat dengan skor 2,88 pada 2025.
Kinerja tersebut kembali dipertahankan pada Semester I 2026 dengan skor 2,90.
Dari sisi keuangan, Perumda mencatat laba bersih Rp137.693.657,88 hingga akhir Agustus 2026. Penguatan likuiditas juga terlihat dari arus kas bersih yang meningkat dari Rp788.750.003 pada akhir 2025 menjadi Rp1.058.813.074,57 pada Agustus 2026.
Sementara itu, Satgas Penagihan berhasil merealisasikan penerimaan kas masuk sebesar Rp10.127.678.250 selama periode Februari hingga September 2026.

-Jaringan Air Bertambah 148 Kilometer
Pembenahan juga menyasar infrastruktur. Total panjang jaringan pipa meningkat dari 275.388 meter menjadi 423.670 meter, atau bertambah sekitar 148,28 kilometer.
Jumlah unit produksi air baku siap edar juga meningkat dari 33 unit menjadi 43 unit operasional aktif.
Peningkatan infrastruktur tersebut turut diikuti bertambahnya durasi pelayanan. Rata-rata pasokan air kepada pelanggan meningkat dari 11,39 jam per hari pada 2025 menjadi 16 jam per hari pada Agustus 2026.
Jumlah pelanggan juga tumbuh. Dari 17.991 sambungan rumah (SR) pada akhir 2025, meningkat menjadi 19.155 SR pada Agustus 2026.
Secara kumulatif, sepanjang Oktober 2025 hingga September 2026, penambahan sambungan rumah mencapai 2.017 SR.
-97 Persen Pengaduan Terselesaikan
Dari sisi pelayanan pelanggan, Perumda mencatat tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 97 persen.
-Dari total 1.327 keluhan yang masuk, sebanyak 1.284 pengaduan telah diselesaikan.
Perusahaan juga memperkuat kemitraan dengan enam pengembang perumahan lokal melalui kerja sama penyerahan aset prasarana utilitas air bersih. Kerja sama tersebut mencakup integrasi tujuh sumber air baru dan 820 sambungan rumah aktif.
Digitalisasi transaksi turut diperluas melalui pembayaran nontunai menggunakan QRIS, serta perluasan loket perbankan melalui kerja sama dengan Bank BNI, Bank Mandiri, Bank NTT dan PT Pos Indonesia.
-Kejar Target Kehilangan Air di Bawah 20 Persen
Salah satu agenda pembenahan perusahaan adalah menekan Non-Revenue Water (NRW) atau tingkat kehilangan air.
Manajemen menetapkan target NRW secara bertahap, yakni di bawah 25 persen pada 2026, di bawah 22 persen pada 2027 dan di bawah 20 persen pada 2028.
Untuk mendukung target tersebut, Satgas Ganti Meter telah mengganti 150 unit meteran rusak sejak Juli 2026.
Perumda juga melakukan pengujian presisi meteran menggunakan Portable Water Meter Tester di sembilan wilayah penyuplaian utama.
Di sisi lain, tingkat kepuasan pelanggan menunjukkan peningkatan. Skor Survei Kepuasan Pelanggan naik dari 77,27 menjadi 82,54, dengan predikat baik.
Perusahaan juga meluncurkan website resmi sebagai portal informasi operasional serta menjalankan gerakan “Perumda Bergetar” atau Bergerak Tanam Air melalui pembuatan lubang resapan biopori oleh pegawai.
Rangkaian capaian tersebut menjadi bagian dari pembenahan Perumda Air Minum Kota Kupang dalam satu tahun terakhir, dengan fokus pada penguatan kinerja keuangan, perluasan infrastruktur, peningkatan pelayanan, efisiensi kehilangan air, digitalisasi dan keberlanjutan lingkungan.
(Desy)






