Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Lewa Bantu Petani Olah Lahan Kering

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR, NTT, || Mendukung program ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Koramil 01/Lewa Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu I Putu Suecadana, turun langsung mendampingi pengolahan lahan kering untuk persiapan penanaman jagung.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut berlangsung di Lete Wacu Wai Wae, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (30/9/2026), dengan menggunakan traktor untuk mengolah lahan pertanian milik Bapak Made Raspita.

Lahan yang dipersiapkan memiliki luas kurang lebih tiga hektare. Pengolahan dilakukan sebagai tahap awal sebelum lahan ditanami jagung, sekaligus memanfaatkan waktu menjelang musim penghujan yang akan datang.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu I Putu Suecadana tidak hanya melakukan monitoring wilayah, tetapi juga turut membantu proses pengolahan tanah menggunakan traktor. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi lahan lebih siap untuk mendukung proses penanaman.

Pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk keterlibatan Babinsa dalam membantu masyarakat di wilayah binaannya. Selain memberikan dukungan dalam kegiatan pertanian, pendampingan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan secara optimal.

Sertu I Putu Suecadana mengatakan pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan.

“Dengan persiapan lahan yang dilakukan sejak awal, diharapkan nantinya proses penanaman jagung dapat berjalan dengan baik sehingga hasil pertanian dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pengolahan lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum penanaman. Dengan kondisi tanah yang lebih siap, petani diharapkan dapat memanfaatkan datangnya musim penghujan untuk memulai proses budidaya jagung.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 01/Lewa terus mendorong komunikasi dan pendampingan bersama masyarakat, khususnya para petani, sehingga pemanfaatan potensi lahan di wilayah binaan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di tingkat wilayah melalui kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

(Ms)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *