KOTA BANDUNG, sergap.co.id – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Gedebage dan Riung Bandung terus didorong melalui penguatan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Mini Bidang Kesehatan Tingkat Kecamatan Gedebage yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Gedebage, Jalan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).
Lokakarya tersebut menjadi forum bersama untuk mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menyusun langkah tindak lanjut terhadap berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan. Pertemuan melibatkan unsur pemerintah kewilayahan, fasilitas pelayanan kesehatan, legislatif, kader, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gedebage Latief, S.IP., M.Si., beserta jajaran, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandung drg. Maya Hemawati, Sp.Otto., perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kepala UPT Puskesmas Cempaka Arum Riung Bandung dr. Viicci Puspa Iriani, jajaran UPT Puskesmas se-Kecamatan Gedebage dan Riung Bandung, PKK, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta para undangan.
Kepala UPT Puskesmas Cempaka Arum Riung Bandung, dr. Viicci Puspa Iriani, menekankan pentingnya edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai pencegahan penyakit, penerapan pola hidup sehat, hingga pemanfaatan fasilitas kesehatan perlu disampaikan secara berkelanjutan dan mudah dipahami masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar suatu gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Pelayanan yang diberikan Puskesmas Cempaka Arum Riung Bandung juga tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik. Dukungan layanan psikologis turut menjadi bagian dari pelayanan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental.
Dalam menjalankan berbagai program, pihak puskesmas terus memperkuat hubungan kerja dengan kader kesehatan, RT, RW, kelurahan, dan masyarakat. Peran mereka dinilai penting karena berada dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan sekaligus mengenali berbagai persoalan yang muncul di lingkungan.
Kolaborasi juga diperluas melalui kerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Edukasi kesehatan kepada para guru di sekolah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat.
“Untuk itu, kami mengajak dan mengimbau kepada seluruh kader kesehatan serta masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, aktif mengikuti edukasi, dan tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara puskesmas, pemerintah kewilayahan, kader kesehatan, lembaga pendidikan, serta masyarakat dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan berbagai program kesehatan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Lokakarya Mini ini juga menjadi sarana untuk menyatukan langkah antarpemangku kepentingan dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan di tingkat kewilayahan. Melalui komunikasi yang terkoordinasi, setiap persoalan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, peningkatan derajat kesehatan bukan hanya menjadi tugas fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif pemerintah, tenaga kesehatan, kader, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini.***
(Suryana)






