Serba Putih Hingga Kubah, Masjid Putih di Gampong Pulo Teungoh Warga Nila Layak Jadi Ikon Baru di Nagan Raya

Caption: Masjid Putih di Gampong Pulo Teungoh, Darul Makmur, Nagan Raya yang serba putih hingga kubah, layak jadi ikon baru. (Foto: M. Adhar/SERGAP.CO.ID),, Sabtu (19/09/2026).

SERGAP.CO.ID

KAB. NAGAN RAYA, || Masjid serba putih hingga ke kubah di Gampong Pulo Teungoh, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dinilai oleh warga setempat layak menjadi ikon baru. Pasalnya, seluruh bangunan masjid yang terletak di samping Kantor Keuchik Gampong setempat tersebut berwarna serba putih, mulai dari dinding hingga kubahnya berwarna putih bersih.

Bacaan Lainnya

Masjid yang oleh masyarakat dijuluki Masjid Putih tersebut sengaja dipertahankan warna putihnya sebagai lambang keikhlasan dan kesucian. Dalam Islam sendiri, warna putih melambangkan kesucian, kebersihan spiritual, kedamaian, dan kesederhanaan.

“Jika di luar negeri kita sering mendengar istilah Gedung Putih, maka di Gampong Pulo Teungoh di sini ada Masjid Putih,” kata salah seorang warga, Sabtu (19/9/2026).

“Masjidnya putih semua sampai kubah, kelihatan bersih dari jauh. Kalau musafir lewat langsung lihat dan tertarik singgah. Di dalam juga adem dan bersih,” tambahnya.

Keunikan warna putih hingga ke kubah ini menjadi daya tarik tersendiri. Dari kejauhan kubah putihnya sudah terlihat jelas, sehingga memudahkan para musafir yang lagi dalam perjalanan untuk menemukan tempat melaksanakan ibadah shalat.

Dari amatan awak media ini, masjid tersebut memang tampil beda dari masjid pada umumnya di Nagan Raya yang identik dengan kubah berwarna hijau, kuning, atau emas. Namun pilihan warna putih ini memiliki makna mendalam.

Untuk diketahui, dalam ajaran Islam, putih mencerminkan kesucian dan kebersihan batin, hati yang bersih dan tulus dari noda dosa. Rasulullah SAW sangat menyukai dan menganjurkan umatnya untuk mengenakan pakaian berwarna putih, bahkan beliau bersabda bahwa pakaian putih adalah sebaik-baiknya pakaian.

Selain itu, warna putih juga menjadi simbol kesetaraan, sebagaimana yang dikenakan jamaah haji dan umrah dalam pakaian ihram yang melambangkan bahwa seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT tanpa memandang status sosial. Bahkan jenazah umat Islam pun disunnahkan dibungkus dengan kain kafan berwarna putih sebagai lambang kemurnian saat kembali kepada Sang Pencipta.

Warga pun berharap Masjid Putih ini terus terjaga kebersihan dan keindahannya, sehingga siapa pun yang datang bisa beribadah dengan khusyuk dan nyaman.

Sementara itu secara terpisah Keuchik Gampong Pulo Teungoh, Zamri mengatakan, pihaknya bersama masyarakat memang sepakat mempertahankan warna putih pada masjid tersebut agar terlihat bersih, indah dan mudah dikenali.

“Alhamdulillah masjid ini kami rawat bersama. Warna putih ini memang sengaja kami pertahankan karena melambangkan kebersihan dan keikhlasan. Kami sangat terbuka bagi siapa saja, terutama para musafir yang ingin singgah untuk shalat dan beristirahat,” ujar Zamri.

Ia berharap ke depan Masjid Putih Pulo Teungoh tidak hanya menjadi tempat ibadah warga setempat, tetapi juga bisa menjadi ikon baru dan kebanggaan bagi Masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, harap Keuchik Zamri.

(Dh@r).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *