Sekda Sumba Tengah Melayat Warga Maradesa yang Meninggal Pasca Kericuhan di Polres Sumba Barat

SERGAP.CO.ID

KAB.SUMBA TENGAH NTT, || Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Bernardus B.Gela, S.IP.,M.AP., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Adri U. R. Sabaora, S.H., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rudiyanto U. D. Sobang, S.Sos serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Melkianus M. Paliosa, ST melakukan pelayatan ke rumah keluarga seorang warga Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, yang meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan yang terjadi di Polres Sumba Barat pada Selasa 15 September 2026 malam.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.

Perwakilan keluarga menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima peristiwa duka yang terjadi dan saat ini memprioritaskan proses pengurusan jenazah. Setelah proses pemakaman selesai, keluarga menyatakan akan menempuh proses hukum dan meminta agar peristiwa tersebut dapat diusut secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keluarga juga memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk membantu dan memfasilitasi komunikasi serta koordinasi dalam proses hukum dengan pihak Kepolisian Resor Sumba Barat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Bernardus B. Gela, menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Ia mengimbau keluarga agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami turut berdukacita atas meninggalnya almarhum. Kami mengimbau keluarga agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Untuk saat ini, mari kita fokus mengurus jenazah dan keluarga yang sedang berduka,” ujar Bernardus.

Ia juga mengajak keluarga untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan aparat penegak hukum, termasuk Polres Sumba Tengah, dalam rangka mendukung proses penanganan dan pengusutan kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap keluarga dapat mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum dan bersama-sama mengawal proses tersebut agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menyatakan turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa yang dialami keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga berharap agar proses hukum dapat berjalan secara baik dan transparan serta kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan menghindari penyebaran informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *