Bupati Lembata: Wulandoni Harus Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir, Bank NTT Perkuat Akses Keuangan

SERGAP.CO.ID

WULANDONI, || Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan pembangunan ekonomi di wilayah selatan Lembata tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur fisik. Konektivitas laut melalui Pelabuhan Perintis harus dibarengi dengan penguatan akses keuangan agar aktivitas perdagangan, perikanan, pertanian, dan usaha mikro masyarakat dapat berkembang lebih cepat.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lembata dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai, pada peresmian Kantor Fungsional Bank NTT di Wulandoni, belum lama ini.

“Pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan jalan dan pelabuhan. Tanpa ekosistem keuangan yang inklusif, dampak ekonomi dari konektivitas tersebut tidak akan maksimal,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, kehadiran Pelabuhan Perintis telah membuka peluang baru bagi masyarakat Wulandoni dan wilayah sekitarnya. Arus barang dan orang yang semakin lancar harus diikuti dengan sistem keuangan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Konektivitas laut membuka pintu pasar, sementara perbankan memastikan uang berputar dengan aman dan produktif. Ini adalah kemitraan antara infrastruktur logistik dan infrastruktur keuangan,” ujarnya.

Bupati menilai Wulandoni memiliki posisi strategis untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Lembata. Potensi sektor perikanan, pertanian, perdagangan, dan usaha mikro masyarakat perlu ditopang dengan akses pembiayaan serta layanan transaksi perbankan yang mudah dan aman.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Kantor Fungsional Bank NTT di Wulandoni dinilai menjadi langkah penting. Masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada transaksi tunai atau harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan perbankan.

Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Lewar, secara terpisah kepada media ini mengatakan kehadiran kantor fungsional tersebut tidak sebatas menyediakan layanan simpanan dan transaksi keuangan.

“Kami berkomitmen menyediakan akses kredit produktif dan edukasi keuangan agar masyarakat Wulandoni mampu mandiri secara ekonomi dan berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat mengelola pendapatan secara lebih terencana. Nelayan, petani, pedagang, maupun pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan layanan perbankan untuk mengembangkan usaha sekaligus membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Bupati Lembata juga mengajak masyarakat memanfaatkan kehadiran Bank NTT dengan membangun kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak.

“Pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari kekuatan ekonomi keluarga. Karena itu, mari kita manfaatkan layanan ini dengan baik dan terus membangun budaya gemar menabung,” pesan Bupati.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat hingga di wilayah pesisir. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ekonomi Wulandoni dapat berkembang secara berkelanjutan.

Peresmian Kantor Fungsional Bank NTT Wulandoni turut dihadiri unsur TNI-Polri, tokoh adat, akademisi, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya memperluas pemerataan pembangunan dan pelayanan ekonomi di wilayah selatan Lembata.

Dengan dukungan konektivitas laut dan akses layanan keuangan yang semakin terbuka, Wulandoni memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai salah satu simpul ekonomi baru di Kabupaten Lembata. Kehadiran Bank NTT sekaligus diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi juga dirasakan masyarakat pesisir.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *