JAKARTA, || Transcosmos Indonesia (TCID) resmi meluncurkan trans-AI Chat, solusi customer engagement berbasis Large Language Model (LLM) yang dirancang untuk membantu perusahaan menghadirkan layanan pelanggan yang lebih natural, personal, kontekstual, dan efisien. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab tren meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor bisnis.
Langkah tersebut sejalan dengan hasil survei “The State of AI 2025″ dari McKinsey yang mencatat sekitar 88 persen perusahaan telah mengadopsi AI setidaknya pada satu fungsi bisnis. Meski demikian, sebagian besar organisasi masih berada pada tahap awal implementasi teknologi tersebut sehingga membutuhkan solusi yang mampu mendukung transformasi digital secara bertahap.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang mengandalkan alur percakapan berbasis skrip, trans-AI Chat memanfaatkan teknologi LLM untuk memahami konteks percakapan, mengenali maksud (intent) pelanggan, serta menghasilkan respons yang lebih dinamis menyerupai komunikasi antarmanusia. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap kualitas interaksi pelanggan dapat meningkat tanpa mengabaikan efisiensi operasional.
General Manager IT Solution transcosmos Indonesia, Dimas Aditama, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan chatbot generasi sebelumnya yang dinilai masih bergantung pada skenario percakapan yang telah ditentukan.
“Kami melihat banyak perusahaan mengalami kendala dalam menjaga kepuasan pelanggan karena beberapa batasan yang ada pada chatbot konvensional. Dengan trans-AI Chat, kami tidak hanya menyelesaikan masalah operasional, tetapi juga menghadirkan solusi yang mampu belajar secara mandiri sehingga interaksi dengan pelanggan terasa lebih humanis,” ujar Dimas.
Menurut perusahaan, trans-AI Chat dilengkapi sejumlah fitur berbasis AI, seperti AI Follow-up Message Automation yang dapat mengirimkan pesan otomatis mengenai status pesanan maupun rekomendasi produk berdasarkan riwayat interaksi pelanggan. Selain itu terdapat AI Evaluation yang berfungsi mengevaluasi kualitas jawaban AI agar tetap konsisten dengan basis pengetahuan perusahaan, serta Unknown Keyword Detection yang mampu mendeteksi pertanyaan baru yang belum dikenali sistem sehingga knowledge base dapat terus diperbarui.
Salah satu kemampuan yang menjadi unggulan adalah intelligent escalation, yakni mekanisme yang memungkinkan sistem meneruskan percakapan kepada agen manusia apabila pelanggan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks atau memerlukan empati dalam proses penyelesaian masalah. Seluruh riwayat percakapan beserta konteks interaksi akan diteruskan secara otomatis sehingga pelanggan tidak perlu mengulang penjelasan dari awal.
Transcosmos Indonesia menjelaskan bahwa konsep tersebut mengedepankan collaborative intelligence, yaitu kolaborasi antara AI dan agen manusia untuk menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Dengan fleksibilitas implementasi, trans-AI Chat ditujukan untuk berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, ritel, FMCG, hingga otomotif. Solusi ini dirancang untuk menangani volume interaksi pelanggan dalam jumlah besar, termasuk layanan informasi, pengelolaan akun, simulasi layanan keuangan, hingga proses lead qualification secara interaktif.
Vice President Director transcosmos Indonesia, Ardi Sudarto, mengatakan AI diproyeksikan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan customer experience di masa depan. Menurutnya, perusahaan tidak hanya menghadirkan chatbot, tetapi membangun ekosistem AI yang dapat berkolaborasi dengan manusia, terintegrasi dengan proses bisnis, serta terus berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan.
“Kami ingin menjadi mitra transformasi digital yang membantu perusahaan mengubah customer experience menjadi keunggulan kompetitif,” kata Ardi.
Di sisi lain, sejumlah pengamat teknologi menilai implementasi AI dalam layanan pelanggan memang menawarkan peluang peningkatan efisiensi dan produktivitas. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas data, tata kelola sistem, keamanan informasi, serta kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara otomatisasi dan sentuhan manusia dalam melayani pelanggan.
Peluncuran trans-AI Chat juga bertepatan dengan peringatan 13 tahun perjalanan transcosmos Indonesia. Mengusung tema “Together As One”, momentum tersebut menjadi refleksi komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi bersama mitra bisnis dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui solusi terbaru ini, TCID berharap dapat mendukung perusahaan di Indonesia membangun ekosistem layanan pelanggan yang lebih adaptif, modern, dan berdaya saing di era transformasi digital.
(Red)






