KAB. SUMBA TIMUR, || Komandan Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur, Letkol Arm Adwi Prasetya, menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Timur. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumba Timur, Victhorius Fidelis Septhian Rato Malo, bersama jajarannya di Makodim 1601/Sumba Timur, Jalan Ir. Soekarno Nomor 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan dapur MBG yang menjadi salah satu infrastruktur pendukung pelaksanaan program pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi bagi para pelajar. Dari total rencana pembangunan 19 dapur MBG di Kabupaten Sumba Timur, saat ini baru tiga lokasi yang telah memasuki tahap pembangunan.
Dandim Letkol Arm Adwi Prasetya menilai koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar pembangunan seluruh dapur MBG dapat berjalan sesuai target. Karena itu, Kodim 1601/Sumba Timur menyatakan siap mendukung sekaligus melakukan pemantauan terhadap setiap tahapan pembangunan.
“Pembangunan dapur MBG harus terus dipantau progresnya. Kami akan terus melakukan koordinasi dan mengontrol pelaksanaannya agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dandim.
Selain aspek pembangunan fisik, Dandim juga mengingatkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dapur, tetapi juga dari kualitas makanan yang diterima para siswa. Ia menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan.
Menurutnya, dapur MBG harus dikelola secara higienis agar makanan yang didistribusikan tetap segar, bergizi, dan aman dikonsumsi. Perhatian khusus juga perlu diberikan terhadap distribusi makanan ke wilayah pelosok yang memiliki tantangan jarak dan waktu tempuh lebih panjang.
“Kebersihan dapur harus selalu diperhatikan. Makanan yang diberikan kepada anak-anak harus fresh dan tidak boleh basi. Untuk wilayah-wilayah pelosok, pengecekan terhadap kualitas makanan harus lebih diperhatikan agar makanan yang diterima oleh para siswa benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Sementara itu, kunjungan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sumba Timur bersama anggota SPPG juga menjadi ajang perkenalan sekaligus memperkuat komunikasi dengan Kodim 1601/Sumba Timur. Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya sinergi dalam mendukung implementasi Program MBG di daerah.
Pembahasan juga difokuskan pada langkah-langkah koordinatif untuk mempercepat pembangunan dapur MBG di titik-titik yang telah direncanakan, sehingga program dapat menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah terpencil Kabupaten Sumba Timur.
Kodim 1601/Sumba Timur berharap sinergi antara TNI dan SPPG dapat memperlancar pelaksanaan program pemerintah tersebut, mulai dari pembangunan sarana pendukung hingga pengawasan kualitas layanan di lapangan.
Program MBG sendiri diharapkan mampu mendukung peningkatan status gizi dan kesehatan peserta didik, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan pangan bergizi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, hingga saat ini pembangunan dapur MBG di Kabupaten Sumba Timur masih berada pada tahap awal, dengan tiga lokasi yang telah berjalan dari total 19 titik yang direncanakan. Perkembangan pembangunan di lokasi-lokasi lainnya akan bergantung pada proses pelaksanaan di lapangan serta koordinasi antarinstansi terkait. Dengan demikian, pengawasan berkala dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar target pembangunan dapat terealisasi sesuai rencana.
(Editor: Ms)






