KAB.SUMBA TENGAH NTT,||Kegiatan sosialisasi dan pendekatan sekaligus menghimbau kepada Pedagang kami lima (PKL) dipimpin langsung oleh wakil bupati di dampingi asisten II Bidang Perekonomian dan pembangunan kabupaten Sumba Tengah serta Sat Pol PP dan instansi terkait.Senin 20 Juli 2026.
Wakil bupati Sumba Tengah,M.Umbu Djoka,S.Hut.M.Si menyampaikan himbauan kepada PKL dan masyarakat untuk kembali berjualan dipasar yang sudah di sediakan oleh pemerintah,Stop berjualan di trotoar dan pinggir jalan.
Hal ini kita lakukan demi kelancaran lalulintas,keselamatan pejalan kaki,kebersihan kota dan keindahan wajah Sumba Tengah.Fasilitas pasar sudah disediakan ada parkiran dan keamanan terjaga,mari manfaatkan bersama.
Kami paham bapak/ibu mencari nafkah untuk keluarga,pemerintah tidak melarang berdagang,justru kami ingin BPK/ibu lebih maju dengan berjualan di tempat yang tertib dan resmi.
Pemerintah daerah terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada PKL.Saya minta kerjasama dan pengertian BPK/ibu sekalian,”pesan Wakil bupati
Dilokasi yang sama,Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan kabupaten Sumba Tengah,Lukas Woli,SP menyampaikan tujuan penertiban ini,menindak lanjuti edaran bapak bupati Sumba Tengah yang sudah kita keluarkan yang lalu dan kita sudah sosialisasi itu pada hari kamis -Jumat dan Sabtu di pasar kemarin.
Kita mau ajak mereka itu untuk kembali berjualan yang ditentukan oleh pemerintah, jadi penjual dan pembeli itu ada di pasar.
Hari ini tindakan kita masih pesuasif dan humanis,jadi kita melakukan pendekatan,dan dipimpin langsung oleh wakil bupati Sumba Tengah. dan seluruh petugas penertiban langsung mendatangi lapak lapak mereka satu persatu untuk meminta kepada mereka kembali ke pasar baru,”jelas Lukas Woli
Menurutnya,Semua teman teman yang menggunakan kendaraan juga pejalan kaki agar lebih aman supaya untuk wajah kota Waibakul ini semakin Asri dan Indah,itu tujuan utamanya.Tentu saja menjaga hal-hal yang tidak di inginkan bersama.
Langkah selanjutnya kata Lukas Woli,Kita sudah hampir menuju kesimpulan, jika mereka tidak mau pindah di pasar baru akan ada pendekatan yang lebih besar lagi,kita tidak tahu dan kita akan buat langkah langkah lebih tegas dan terukur pertama mungkin kita akan bongkar lapang nya, tetapi kalau tidak ada rekomendasi bongkar lapak kita akan larang penjual,pembeli,jadi ada langkah yang humanis yang kita mau lakukan.
Seluruh jalur simpan Lolojangi sampai simpang pasar itu kita akan tertibkan dan seluruh pembeli kita arahkan ke pasar Waibakul.Salah satu langkah dan strategi akan kita lakukan beberapa waktu yang akan datang,” kata Lukas Woli
Harapan kepada penjual,pembeli dan masyarakat, yang berjualan ditempat yang tidak di inginkan seperti trotoar, pinggir jalan karena itu tidak ada ijin, jadi jangan lagi berjualan,mari kita kembali ke pasar baru yang sudah di sediakan oleh pemerintah.
Untuk aparatur sipil negara, mereka yang kita minta untuk mendukung dengan cara menjadi contoh bagi masyarakat Sumba Tengah.Aparatur dan masyarakat atau siapa saja yang keberatan langkah baik pemerintah ini tentu pasti ada pro-kontra,pemerintah tetap pada sikapnya untuk melakukan penertiban PKL tersebut,” tutup Lukas Woli
(Ms)






