KOTA BANDUNG, || Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Gang Misbach, Jalan Babakan Ciparay, RT 06 RW 02, Kelurahan Sukahaji. Bantuan yang disiapkan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar bagi para korban hingga dukungan untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat musibah tersebut.
Kepastian itu disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau langsung lokasi kebakaran. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga dan memastikan pemerintah daerah akan hadir dalam proses penanganan serta pemulihan pascakebakaran.
“Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di Babakan Ciparay ini. Kami juga mendapat informasi ada satu korban yang mengalami luka bakar sekitar 70 persen dan saat ini sedang menjalani perawatan. Insyaallah saya akan menjenguk korban apabila memungkinkan,” ujar Erwin.
Berdasarkan data sementara, kebakaran menghanguskan lima rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga. Selain kerugian material, peristiwa tersebut juga menyebabkan satu warga mengalami luka bakar serius sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Untuk membantu meringankan beban para korban, Pemkot Bandung melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Melalui Dinas Sosial, warga terdampak akan kami bantu memenuhi kebutuhan dasar selama kurang lebih satu bulan,” katanya.
Selain bantuan logistik, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah pemulihan tempat tinggal melalui berbagai skema. Perbaikan rumah akan diupayakan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah mitra.
“Kami akan mengupayakan bantuan pembangunan rumah melalui program Rutilahu. Selain itu, kami akan berkoordinasi dengan Baznas dan mitra CSR agar warga terdampak juga memperoleh dukungan dalam proses pemulihan,” jelasnya.
Di sisi lain, Erwin mengakui proses pemulihan tidak hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan. Para korban, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan korban luka bakar, diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk pulih dari trauma akibat peristiwa tersebut. Karena itu, Pemkot Bandung akan terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram. Menurutnya, pemeriksaan kondisi tabung, regulator, selang, dan instalasi gas secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah potensi kebakaran.
Meski dugaan penyebab kebakaran mengarah pada penggunaan LPG, penyebab pasti insiden tersebut tetap menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.
Pemkot Bandung berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan para korban sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan rasa aman dan nyaman.
(Dewi)






