SMKN 6 Kupang Kenalkan Ekosistem Vokasi Lewat MPLS, Kepercayaan Orang Tua Meningkat dengan 321 Siswa Baru Terverifikasi

Caption : Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, ||  SMKN 6 Kupang secara resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkenalkan ekosistem lingkungan sekolah, sarana prasarana, serta budaya vokasi kepada peserta didik baru sebelum mereka memulai proses pembelajaran formal.

Kepala SMKN 6 Kupang, Asa Lahtang, dalam sambutannya saat membuka acara menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar ritual tahunan, melainkan fondasi adaptasi kognitif dan afektif siswa baru.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan agar calon peserta didik dapat memahami secara komprehensif komponen pendukung pendidikan, pembinaan karakter, serta esensi pendidikan vokasi yang menjadi ciri khas institusi tersebut.

“Tujuan utama MPLS adalah memastikan siswa baru tidak hanya mengetahui lokasi fisik sekolah, tetapi juga menyerap nilai-nilai kedisiplinan dan orientasi kompetensi keahlian sejak hari pertama,” ujar Lahtang.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat antusiasme masyarakat terhadap SMKN 6 Kupang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari data verifikasi peserta MPLS yang mencapai 321 siswa baru, sebuah angka yang melampaui ekspektasi mengingat tren lulusan SMP yang fluktuatif.

Menurutnya, lonjakan jumlah ini merupakan indikator kuat kepercayaan publik terhadap kualitas tata kelola dan luaran lulusan di sekolahnya.

“Hingga saat ini yang terverifikasi mengikuti MPLS sebanyak 321 siswa baru. Kuota sekolah sekitar 340 siswa sehingga masih ada kesempatan bagi calon peserta didik untuk mengisi kuota yang masih tersedia,” jelasnya.

Terkait distribusi peminatan, Lahtang mencatat adanya ketimpangan preferensi di mana Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) telah mencapai kapasitas maksimal karena konsisten menjadi jurusan favorit. Namun, ia menegaskan bahwa empat program keahlian lainnya masih memiliki ketersediaan slot dengan rasio kelas yang ideal, yakni rata-rata di atas 60 siswa per jurusan yang dibagi menjadi dua kelas dengan kapasitas 33 orang per kelas.

“Untuk TJKT memang sudah penuh. Tetapi masih ada empat program keahlian lainnya yang masih menerima peserta didik baru dengan standar kenyamanan belajar yang terjaga,” pungkas Lahtang seraya mengajak calon siswa yang belum mendaftar untuk segera memanfaatkan sisa kuota yang tersedia.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *