DAYEUHKOLOT, || Di balik setiap aksi Pentahelix Dayeuhkolot dalam menangani banjir dan persoalan lingkungan, ada sekelompok pemuda yang bekerja tanpa mengharapkan pujian maupun sorotan. Mereka adalah PRIMA (Perhimpunan Remaja Masjid) Citeureup, para relawan yang hampir selalu hadir di setiap kegiatan, mulai dari pagi, siang, malam, bahkan saat banjir melanda.
Ketika alat berat mulai bekerja mengeruk sungai, saat saluran dipenuhi lumpur, hingga ketika banjir melanda permukiman warga, para anggota PRIMA terlihat ikut mengangkat peralatan, membersihkan sedimen, membantu distribusi logistik, mengatur kegiatan di lapangan, hingga memastikan pekerjaan berjalan lancar.
Mereka bekerja dalam senyap, namun kehadirannya menjadi bagian penting dari setiap gerakan kolaborasi Pentahelix. PRIMA Citeureup merupakan organisasi kepemudaan yang dibina oleh Tri Rahmanto, tokoh masyarakat Dayeuhkolot sekaligus Ketua Pentahelix Dayeuhkolot.
Di bawah pembinaannya, para pemuda tidak hanya didorong aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dibentuk menjadi relawan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat. Kamis ( 16/7/2026 ).
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan bahwa semangat yang ditunjukkan para anggota PRIMA lahir dari keikhlasan untuk mengabdi.
“Saya selalu mengajarkan kepada adik-adik PRIMA bahwa pengabdian tidak diukur dari seberapa sering kita dilihat orang, tetapi dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, mereka selalu siap ketika masyarakat membutuhkan, tanpa menunggu perintah dan tanpa mengharapkan imbalan,” ujarnya.
Menurut Tri, penanganan banjir tidak mungkin berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi seluruh unsur, termasuk para pemuda, menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun di Dayeuhkolot.
“Selama ini PRIMA Citeureup tercatat aktif mendukung berbagai kegiatan Pentahelix, mulai dari normalisasi sungai dan saluran drainase, kerja bakti lingkungan, penanganan darurat banjir, hingga berbagai aksi sosial dan kemanusiaan lainnya,” tambahnya
Bagi warga yang sering menyaksikan kegiatan tersebut, keberadaan PRIMA bukan lagi sekadar pelengkap. Mereka telah menjadi bagian dari kekuatan gotong royong yang terus menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Di saat banyak orang hanya melihat hasil akhir sebuah pekerjaan, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik keberhasilan berbagai kegiatan, ada tangan-tangan relawan muda yang terus bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan semangat pengabdian dan kepedulian, PRIMA Citeureup membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari orang-orang yang memilih bekerja, bukan mencari sorotan,” pungkasnya. ( Asp )






