Bupati Hendrajoni Warning Guru dan Kepala Sekolah: Jangan Sibuk Urus Proyek, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

SERGAP.CO.ID

KAB. PESISIR SELATAN, || Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni melontarkan peringatan keras kepada guru, kepala sekolah, hingga pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar kembali fokus pada tugas utama meningkatkan mutu pendidikan dan tidak terlibat dalam urusan proyek. Penegasan itu disampaikan menyusul masih rendahnya capaian pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan yang berada di peringkat ke-18 di Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Hendrajoni saat membuka Grand Final Liga Sang Juara tingkat SMP se-Kabupaten Pesisir Selatan di Gedung Painan Convention Center (PCC), Senin (29/6/2026).

Menurut Hendrajoni, rendahnya capaian akademik harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh insan pendidikan. Ia menegaskan guru dan kepala sekolah seharusnya memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan disibukkan dengan aktivitas di luar tugas pokoknya.

“Tugas kita adalah mengajar, jangan sibuk mengurus proyek. Kalau guru atau kepala sekolah lebih banyak mencari proyek, kapan fokus mendidik siswa? Guru bukan pekerja teknik,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen memperbaiki tata kelola pendidikan, Hendrajoni menyatakan akan meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap dugaan keterlibatan aparatur pendidikan dalam kegiatan proyek yang tidak sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

“Nanti saya minta Inspektorat memeriksa. Jangan ada lagi yang main-main dengan proyek,” katanya.

Selain itu, Hendrajoni juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan agar menjaga integritas dalam mengelola anggaran serta tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan evaluasi terhadap kinerja aparatur akan dilakukan apabila target peningkatan mutu pendidikan tidak tercapai.

Sebagai langkah konkret, Bupati meminta seluruh guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi kompetensi. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengajaran, mengingat kedua mata pelajaran itu masih mencatat rata-rata nilai yang relatif rendah pada tahun pelajaran 2025/2026, yakni Matematika 41,41 dan Bahasa Indonesia 58,66.

Meski menyampaikan kritik keras, Hendrajoni menegaskan pemerintah tidak ingin menyalahkan tenaga pendidik semata. Menurutnya, hasil evaluasi harus dijadikan dasar untuk memperbaiki sistem pendidikan melalui program unggulan Nagari Pandai, yang difokuskan pada peningkatan literasi, numerasi, kemampuan berpikir logis, dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Ia juga menilai penyelenggaraan Liga Sang Juara hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Telkomsel merupakan salah satu inovasi yang dapat mendorong lahirnya budaya kompetisi sehat sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menyatakan siap menindaklanjuti seluruh arahan Bupati. Menurutnya, jajaran Dinas Pendidikan akan memperkuat pembinaan terhadap guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta melakukan evaluasi berkelanjutan agar mutu pendidikan Pesisir Selatan mengalami peningkatan pada 2027.

Di sisi lain, keberhasilan reformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada guru dan pemerintah daerah. Dukungan orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem belajar yang berkualitas. Karena itu, evaluasi yang disampaikan Bupati diharapkan menjadi titik awal pembenahan bersama demi meningkatkan daya saing pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan di tingkat provinsi maupun nasional.

(Wempi Hardi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *