KAB. PESISIR SELATAN, || Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menjadikan Grand Final Liga Sang Juara 2026 sebagai momentum untuk mengevaluasi sekaligus memetakan kualitas pendidikan secara objektif. Melalui ajang kompetisi berbasis digital tersebut, pemerintah berharap berbagai indikator mutu pendidikan dapat menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat membuka Grand Final Liga Sang Juara tingkat SMP se-Kabupaten Pesisir Selatan di Gedung Painan Convention Center (PCC), Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Hendrajoni menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial, melainkan forum evaluasi yang memberikan gambaran nyata mengenai capaian pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Forum ini bukan sekadar kegiatan repetitif atau seremonial. Ini adalah momentum evaluasi dan refleksi untuk membedah serta memetakan mutu pendidikan kita secara objektif,” ujar Hendrajoni.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi tahun pelajaran 2025/2026, kualitas pendidikan Pesisir Selatan masih menghadapi tantangan. Secara umum, daerah tersebut berada di peringkat ke-18 tingkat Provinsi Sumatera Barat, dengan rata-rata nilai Matematika sebesar 41,41 dan Bahasa Indonesia 58,66.
Menurut Hendrajoni, capaian tersebut harus dipandang sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berkecil hati. Pemerintah daerah justru menjadikannya sebagai titik awal dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
“Data ini menjadi baseline bagi kita untuk merancang strategi perbaikan pendidikan secara berkelanjutan. Tantangan ini harus dijawab melalui program yang terukur dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus mengembangkan program unggulan Nagari Pandai yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, logika berpikir, serta pemahaman konsep akademik siswa hingga ke tingkat nagari.
Hendrajoni juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Telkomsel dalam penyelenggaraan Liga Sang Juara. Menurutnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu strategi penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital.
Ia menilai teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, bukan hanya sebagai media hiburan.
Selain mengukur kemampuan akademik, Hendrajoni menegaskan kompetisi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui persaingan yang sehat, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sportivitas, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
“Kompetisi bukan untuk memecah belah, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang membentuk generasi berdaya saing global. Kecerdasan harus berjalan beriringan dengan karakter dan integritas,” ujarnya.
Bupati juga mengajak guru, kepala sekolah, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadikan hasil evaluasi tersebut sebagai pijakan dalam memperbaiki proses belajar mengajar sehingga mutu pendidikan Pesisir Selatan dapat terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, mengatakan Liga Sang Juara merupakan wadah untuk mengukur kemampuan berpikir siswa sekaligus membangun karakter. Ia menjelaskan, seluruh peserta grand final merupakan siswa terbaik yang telah melalui proses seleksi berjenjang di tingkat kecamatan.
Menurut Salim, kompetisi tersebut juga menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan pendidikan di daerah. Ia menyebut cukup banyak lulusan SMP asal Pesisir Selatan yang berhasil diterima di berbagai sekolah unggulan di luar daerah, termasuk SMA Nusantara.
Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat diukur hanya dari hasil kompetisi semata. Berbagai indikator seperti capaian akademik, kualitas proses pembelajaran, kompetensi guru, serta pemerataan akses pendidikan tetap menjadi fokus pembenahan secara berkelanjutan. Karena itu, hasil Liga Sang Juara diharapkan menjadi bagian dari evaluasi yang lebih komprehensif dalam mewujudkan pendidikan Pesisir Selatan yang semakin maju, adaptif, dan berdaya saing.
(Wempi Hardi)






