Kepesertaan JKN Lampaui Target UHC, Wali Kota Tasikmalaya Ajak Warga Jaga Status Aktif

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama BPJS Kesehatan mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga 1 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Kota Tasikmalaya telah melampaui target yang ditetapkan dalam kriteria Universal Health Coverage (UHC), dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80,20 persen.

Bacaan Lainnya

Atas capaian tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat yang telah mendukung keberhasilan program tersebut.

Menurut Viman, tingginya cakupan kepesertaan JKN menjadi indikator penting bahwa masyarakat Kota Tasikmalaya kini memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang besar.

“Alhamdulillah masyarakat Kota Tasikmalaya kini terlindungi seluruhnya untuk mendapatkan akses kesehatan yang nyaman tanpa perlu memikirkan biaya lagi,” ujar Viman beberapa waktu yang lalu.

Ia menegaskan bahwa Program JKN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Karena itu, selain memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, pemerintah juga mendorong agar status kepesertaan tetap aktif sehingga manfaat program dapat digunakan kapan pun diperlukan.

Untuk memudahkan masyarakat melakukan pengecekan status kepesertaan, Viman menjelaskan terdapat beberapa kanal layanan yang dapat dimanfaatkan. Masyarakat dapat memeriksa keaktifan kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA melalui WhatsApp di nomor 08118165165, maupun melalui layanan Care Center 165.

“Keaktifan peserta menjadi hal yang sangat penting karena akan menentukan kemudahan akses layanan kesehatan ketika dibutuhkan. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk rutin memastikan status kepesertaannya tetap aktif,” katanya.

Selain menyoroti capaian yang telah diraih, Viman juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan Program JKN. Menurutnya, keberhasilan program jaminan kesehatan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan BPJS Kesehatan, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat sebagai peserta.

“Mari kita sayangi pasangan, keluarga, dan sanak saudara kita agar tetap terjaga kesehatannya melalui Program JKN. Dengan perlindungan kesehatan yang baik, kita dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Kgs. Hamdani, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini konsisten mendukung implementasi Program JKN di Kota Tasikmalaya.

Menurut Hamdani, keberhasilan mencapai predikat UHC tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang terdaftar, tetapi juga dari tingkat keaktifan peserta yang menentukan efektivitas perlindungan kesehatan di lapangan.

“Capaian ini merupakan buah dari sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya, fasilitas kesehatan mitra, BPJS Kesehatan, serta dukungan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Meski demikian, Hamdani menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus dilakukan bersama, yakni meningkatkan tingkat keaktifan peserta agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara lebih optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, BPJS Kesehatan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak hanya terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan secara berkelanjutan.

“Dengan predikat Universal Health Coverage yang telah diraih, masyarakat Kota Tasikmalaya semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan. Tantangan berikutnya adalah memastikan peserta tetap aktif sehingga perlindungan kesehatan yang diberikan dapat berjalan optimal,” jelas Hamdani.

Baik Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun BPJS Kesehatan sepakat bahwa keberhasilan Program JKN tidak berhenti pada pencapaian angka kepesertaan. Lebih dari itu, program ini harus mampu menjamin masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkesinambungan.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, Kota Tasikmalaya diharapkan dapat mempertahankan capaian UHC sekaligus meningkatkan keaktifan peserta JKN. Dengan demikian, tujuan menghadirkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh warga dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

(Rzl)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *