JKN Bantu Mahasiswi Tasikmalaya Dapatkan Kacamata Tanpa Biaya Tambahan

Caption : Yola Agustin, mahasiswi Universitas Siliwangi

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Gangguan penglihatan kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Penggunaan kacamata semakin banyak dijumpai di kalangan usia produktif, termasuk mahasiswa. Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan akses layanan pemeriksaan mata hingga pembuatan kacamata bagi peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta yang merasakan manfaat tersebut adalah Yola Agustin (22), mahasiswi semester tujuh Program Studi Akuntansi Universitas Siliwangi. Ia mengaku terbantu ketika harus membuat kacamata setelah mengalami penurunan penglihatan.

“Saya tidak langsung ke optik, tetapi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama dulu. Setelah diperiksa dokter, saya mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Yola beberapa hari lalu

Menurut Yola, seluruh proses dijalaninya sesuai alur pelayanan JKN. Ia terlebih dahulu mengambil antrean online di fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes satu), kemudian kembali mengambil antrean untuk pemeriksaan di rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit Jasa Kartini.

Di rumah sakit, Yola menjalani beberapa tes penglihatan sebelum diperiksa dokter spesialis mata. Selain memberikan resep kacamata, dokter juga menjelaskan cara menjaga kesehatan mata agar kondisinya tidak semakin memburuk.

“Setelah mendapatkan resep, saya langsung ke optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kacamata diproses dan bisa diambil pada sore harinya,” katanya.

Yola menggunakan hak pelayanan sesuai kelas kepesertaannya.

Ia terdaftar sebagai peserta kelas satu dan mendapatkan manfaat pembuatan kacamata hingga Rp350 ribu.

“Saya mengambil kacamata sesuai hak saya. Tidak ada iur biaya, baik di faskes satu, rumah sakit, maupun optik karena semuanya ditanggung JKN,” jelasnya.

Yola mengaku tidak mengalami kebingungan dalam mengurus layanan tersebut karena sebelumnya pernah menjalani magang selama dua bulan di BPJS Kesehatan. Pengalaman itu membuatnya lebih memahami alur pelayanan dan manfaat Program JKN.

“Bersyukur sekali pernah magang di BPJS Kesehatan. Saya jadi banyak memahami manfaat JKN. Konten media sosial BPJS Kesehatan juga membantu karena mudah dipahami. Setelah paham, ternyata JKN tidak menyulitkan,” tuturnya.

Pengalaman Yola menjadi gambaran bahwa layanan JKN tidak hanya dimanfaatkan ketika sakit berat, tetapi juga untuk kebutuhan kesehatan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti gangguan penglihatan.

Ia menilai banyak anak muda masih menunda pemeriksaan mata karena menganggap keluhan penglihatan bukan masalah serius. Padahal, gangguan mata dapat berdampak pada produktivitas belajar maupun bekerja.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang dan berapa biayanya. Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi peserta JKN,” ujarnya.

“Jangan tunggu penglihatan parah, jangan tunggu badan hampir menyerah. Daftarkan diri sebagai peserta JKN agar ada yang menjamin saat sakit dan tidak perlu pusing memikirkan biaya.”

(Rzl)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *