KAB. PESSEL, || Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu se-Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Padang pada Senin (8/6) tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kader pemberdayaan masyarakat hingga tingkat nagari.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Ny. Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kader merupakan kunci keberhasilan berbagai program pembangunan berbasis keluarga yang dijalankan pemerintah daerah.
Menurut Lisda Hendrajoni, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan organisasi dan manajerial para kader, tetapi juga menjadi wadah penyamaan persepsi dalam menjalankan program unggulan daerah yang diberi nama GEMA PKK PESSEL MAJU.
Program tersebut dirancang sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga yang fokus pada peningkatan kesejahteraan, penguatan ekonomi rumah tangga, serta pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan.
Ia menjelaskan, GEMA PKK PESSEL MAJU memiliki sejumlah sasaran utama, di antaranya meningkatkan ekonomi keluarga, mempercepat penurunan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta mengoptimalkan potensi sektor pertanian, peternakan, kelautan, dan pariwisata daerah.
Dalam pelaksanaannya, program ini berpedoman pada berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 tentang Gerakan PKK, Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa, serta Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal.
Untuk mendukung keberlanjutan program, setiap nagari direncanakan mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari APB Nagari. Selain itu, pendanaan juga dapat diperkuat melalui dukungan TP PKK Kabupaten, hibah, dana desa, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Lisda menyebutkan bahwa pelaksanaan program akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari TP PKK Nagari, kelompok Dasawisma, Posyandu, hingga perangkat daerah terkait seperti Dinas Pertanian serta Dinas Pangan dan Kelautan yang akan memberikan pendampingan teknis dan penyuluhan.
Pada tahap awal, kegiatan difokuskan pada pembentukan kepengurusan hingga tingkat Dasawisma, pelatihan keterampilan, distribusi bibit tanaman maupun ternak, serta optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Sementara untuk jangka panjang, program diarahkan pada pengembangan kemitraan dengan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra pemasaran hasil produksi masyarakat. Selain itu, akan dilakukan studi banding ke daerah yang dinilai berhasil dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten juga menegaskan pentingnya peran Ketua TP PKK Kecamatan sebagai pengawas dan evaluator pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Sedangkan Ketua TP PKK Nagari diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu memastikan seluruh masyarakat terlibat aktif dalam setiap kegiatan.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelaporan, serta membangun semangat gotong royong dalam menjalankan program yang telah dirancang bersama.
Menurutnya, keberhasilan GEMA PKK PESSEL MAJU sangat bergantung pada komitmen dan kolaborasi seluruh pihak. Dengan dukungan pemerintah daerah, perangkat nagari, dan masyarakat, program tersebut diyakini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Menutup sambutannya, Lisda Hendrajoni mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh semangat agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan serta disebarluaskan kepada kader di wilayah masing-masing. Ia optimistis, melalui penguatan kapas.
(Wempi Hardi)






