KAB.SUMBA TENGAH NTT,||Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Bernardus B. Gela, memimpin rapat bersama Tim Satgas SPPG Kabupaten Sumba Tengah yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sumba Tengah, Selasa (26/5/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan pembangunan dapur untuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dalam mendukung program MBG. Secara nasional, terdapat 37 dapur 3T yang akan dibangun, termasuk di Kabupaten Sumba Tengah. Saat ini, sebanyak 12 dapur telah diinput dalam portal BGN.
Dalam rapat disampaikan bahwa penerima manfaat dari dapur 3T berada di bawah 500 orang. Selain itu, dapur 3T MBG memiliki ketentuan bahwa bahan baku tidak diperbolehkan berasal dari luar Kabupaten Sumba Tengah. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan komunitas bahan baku lokal guna mendukung kebutuhan operasional dapur MBG. Seluruh kebun PK POM direncanakan akan memasok bahan baku ke dapur MBG.
Rapat juga menyoroti keberadaan 12 titik dapur aglomerasi yang telah direncanakan, namun hingga saat ini baru satu dapur yang telah berjalan. Dapur aglomerasi merupakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dirancang untuk melayani ribuan penerima manfaat melalui produksi makanan dalam skala besar guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pelaksanaannya, dapur aglomerasi diwajibkan berada dalam satu yayasan agar dapat terdaftar dan muncul dalam portal BGN. Setelah terdaftar di portal, waktu yang diberikan untuk pelaksanaan pembangunan dan operasional adalah selama 45 hari.
Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah juga menegaskan bahwa mitra MBG harus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Tengah dalam tahapan persiapan, pelaksanaan hingga pelaporan program MBG.
Rapat tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Tengah, Tim Satgas SPPG Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Bagian Protokol, serta pejabat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah.
(Ms)






