KAB. NAGAN RAYA, || Kepala MTsS Darul Makmur Ida Yuliani, S.Pd, menyoroti tumpukan sampah di depan gerbang madrasah yang mengganggu kenyamanan belajar siswa. Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah bagian dari ajaran agama.
“Kami di madrasah selalu ajarkan anak-anak menjaga kebersihan. Haditsnya jelas, kebersihan itu sebagian dari iman. Makanya kami sedih kalau lingkungan sekolah terganggu karena sampah di luar yang bukan tanggung jawab kami,” kata Ida saat ditemui di madrasah, Kamis (21/5/2026).
Dari pantauan wartawan di lokasi, sampah terlihat berserakan di depan pagar MTsS Darul Makmur. Tumpukan sampah rumah tangga itu mengeluarkan bau menyengat yang tercium hingga ke area gerbang madrasah, terutama saat siang hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan siswa dan guru yang beraktivitas di dalam sekolah.
Terpantau, MTsS Darul Makmur hanya berjarak sekitar 200 meter dari pasar harian Gampong Alue Bilie. Jarak yang berdekatan ini memunculkan dugaan kuat bahwa sampah yang menumpuk di depan pagar madrasah berasal dari aktivitas pasar harian tersebut.
“Sampah ini bukan dari aktivitas sekolah. Setiap hari kami bersihkan area dalam madrasah, tapi di luar pagar sering jadi tempat buang sampah warga. Kalau tidak segera diangkut, menumpuk dan baunya masuk ke lingkungan belajar,” ujarnya.
Ia menyebut pihak madrasah sudah berkoordinasi dengan pemerintah gampong untuk meminta pengangkutan rutin. Menurutnya, siswa menjadi tidak nyaman belajar karena banyak lalat dan bau yang masuk ke ruang kelas.
“Kami ingin anak-anak belajar dengan tenang dan sehat. Karena itu kami minta DLHK Nagan Raya bisa menyesuaikan jadwal angkut di wilayah Darul Makmur,” katanya.
Upaya konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DLHK Nagan Raya T. Zeddy Surachman, M.Si menyebutkan. Pihak DLHK pada hari minggu telah melakukan Pembersihan.
“Ini apa kondisi sekarang Bang. Karena hari minggu sudah dibersihkan, ” tulis Zeddy dalam pesan Chatting singkatnya.
kendati demikian, Wali murid berharap pemerintah gampong, kecamatan, dan Pemkab Nagan Raya segera berkoordinasi agar area sekolah bebas dari sampah liar dan proses belajar mengajar tidak terganggu.
( H@)





