KAB. NAGAN RAYA, || Warga Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya segera mengaktifkan Penerangan Jalan Umum di ruas Jalan Jalur Dua Jalan Lintas Sumatera, Aceh–Sumatera Utara. Kondisi jalan yang gelap gulita pada malam hari dinilai rawan kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas.
Herman, 45, warga Gampong Kuta Trieng, menyebutkan ruas Jalan Jalur Dua sepanjang ±1,5 kilometer dari Jembatan Lamie hingga depan SMAN 1 Darul Makmur belum memiliki penerangan yang berfungsi. “Tiang PJU sudah terpasang, tetapi lampunya belum menyala sampai sekarang. Kalau malam, median jalan, lubang, dan tikungan tidak terlihat. Sudah ada truk menabrak trotoar. Pernah juga terjadi laka lantas di depan SPBU Kuta Trieng beberapa waktu lalu. Saya duga karena gelap,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (07/5/2026) malam.
Pedagang di pinggir jalan tersebut, Buni Amin, 55, mengaku khawatir saat menutup warung pukul 22.00 WIB. “Suasananya sepi dan gelap. Rawan begal. Kalau jalan terang, kami lebih tenang berjualan,” katanya.
“Bukan damai saja yang indah, tetapi terang juga indah,” imbuh Buni Amin sambil menyajikan kopi pesanan pembeli.
Hasil pemantauan di lapangan, Kamis 07/5/2026 malam pukul 19.30 WIB, Jalan Jalur Dua yang berstatus Jalan Nasional Lintas Aceh–Sumatera Utara di wilayah Darul Makmur tidak memiliki PJU yang aktif. Tiang-tiang PJU terpasang tanpa lampu. Kondisi serupa ditemukan di Jembatan Lamie yang gelap total. Saat hujan dan kabut, jarak pandang pengendara semakin terbatas.
Hingga berita ini ditulis pukul 21.00 WIB, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagan Raya belum berhasil dimintai konfirmasi terkait rencana pengaktifan PJU di ruas tersebut.
(H@r)





