Sergap.co.id
Dayeuhkolot — Rencana normalisasi Sungai Cipalasari kini memasuki tahap pelaksanaan, dengan melibatkan berbagai pihak melalui skema kolaborasi pentahelix. Sebagai langkah awal, Tim Pentahelix melakukan kegiatan pemangkasan ranting dan dahan di sekitar bantaran sungai pabrik PT Daliatex
Ketua Pentahelix, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan teknis sebelum pekerjaan utama dimulai.
“Untuk persiapan pelaksanaan normalisasi Sungai Cipalasari, hari ini kami bersama BPBD Kabupaten Bandung dan dibantu Prima Citereup melakukan pemangkasan ranting dan dahan untuk memudahkan alat berat bisa masuk dengan lancar,” ujarnya di sela kegitan
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan normalisasi ini berada di bawah kewenangan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Wilayah Sungai Citarum serta Satuan Pelaksana Cimahi–Ciasem Hulu.
“Kami di Pentahelix berperan memastikan kolaborasi di lapangan berjalan efektif, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga dukungan teknis di lokasi,” ujar Ketua Pentahelix, Tri.
“Adapun rencana pekerjaan meliputi normalisasi Sungai Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer yang akan dikerjakan secara kombinasi antara metode manual dan penggunaan alat berat. Selain itu, juga akan dilakukan peninggian Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 190 meter guna memperkuat struktur bantaran sungai,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, kata Tri, koordinasi lintas sektor terus dilakukan, termasuk dengan sejumlah perusahaan yang berada di sempadan Sungai Cipalasari seperti PT Later Mas, PT Alenatex, PT Inti, dan PT Firman Jaya. untuk memastikan kelancaran normalisasi.
“Sementara itu, alat berat direncanakan akan disiagakan di Gudang Bulog sebagai titik standby operasional,” katanya
Tri berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berpartisipasi aktif demi kelancaran pelaksanaan program ini.
“Kami berharap seluruh panitia dan pihak terkait dapat terlibat secara maksimal agar pelaksanaan normalisasi berjalan lancar dan memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir di Dayeuhkolot,” pungkasnya. (Asp)





