Reses DPRD OKU di Air Paoh: Jalan Rusak, Lampu Mati, hingga Drainase Jadi Keluhan Warga

SERGAP.CO.ID

KAB. OKU, || Sejumlah persoalan infrastruktur menjadi sorotan warga Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Tulus Johan Efendi, pada masa persidangan ke-III Tahun Anggaran 2026. Mulai dari jalan rusak, lampu penerangan yang mati, hingga drainase sempit yang memicu banjir, disampaikan langsung oleh warga dalam forum dialog terbuka.

Bacaan Lainnya

Reses yang digelar di Jalan Karya Bakti RT 03 Dusun 06 itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mendesak di lingkungan mereka. Kondisi jalan lingkungan yang rusak dan minimnya penerangan menjadi keluhan dominan karena dinilai mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

Kepala Dusun Air Paoh, Joni Effendi, S.E., mengatakan kehadiran anggota DPRD secara langsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tanpa perantara. Ia menilai forum reses menjadi momentum penting agar persoalan di tingkat bawah bisa segera mendapat perhatian.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Tulus Johan Efendi yang telah mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Kami berharap apa yang disampaikan bisa ditindaklanjuti,” ujarnya Sabtu 2/5/2026.

Dalam dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan spesifik. Khaidir, salah satu warga, mengusulkan perbaikan akses jalan menuju pemakaman di Karang Anyar sepanjang sekitar 500 meter yang saat ini sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Keluhan lain datang dari Syahri yang menyoroti kondisi Jalan Ganesha Lorong Katung yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju kawasan permukiman Taman Ganesha.

Selain itu, persoalan lampu jalan juga menjadi perhatian serius warga. Sejumlah titik gelap akibat lampu yang mati dinilai rawan terhadap kecelakaan maupun tindak kriminal, terutama di simpang-simpang jalan.

Warga juga menyoroti adanya klaim sepihak terhadap jalan yang telah dicor menggunakan dana APBD sepanjang sekitar 150 meter di Lorong Katung. Jalan tersebut disebut sebagai milik pribadi, meskipun selama ini digunakan sebagai akses umum oleh masyarakat.

Sementara itu, Lestari mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi akibat saluran air (siring) yang sempit. Ia berharap adanya pelebaran drainase agar mampu menampung debit air saat hujan deras.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tulus Johan Efendi menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku. Ia menyebutkan, reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.

“Semua aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan dinas terkait. Baik itu perbaikan jalan, lampu penerangan, maupun drainase,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran dan harus melalui tahapan perencanaan.

“Tidak bisa langsung kami janjikan terealisasi. Semua akan diproses sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Tulus juga menyoroti pentingnya penerangan jalan sebagai faktor keselamatan masyarakat. Ia memastikan perbaikan lampu jalan yang mati akan menjadi salah satu perhatian yang didorong ke instansi terkait.

“Lampu jalan ini penting, bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keamanan warga,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Tulus Johan Efendi menyerahkan bantuan kursi kepada Ketua RT 03 Thomi Noriance serta kepada pengurus Masjid At-Taubah, Shaibul Gatmir. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Kegiatan reses ditutup dengan sesi foto bersama warga. Meski berbagai aspirasi telah disampaikan, masyarakat berharap realisasi program dapat segera terlihat, terutama untuk persoalan yang dinilai mendesak dan berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.

(Candra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *