Ketahanan Pangan Diperkuat, Babinsa Dampingi Petani di Desa Wanga

SERGAP.CO.ID

SUMBA TIMUT, || Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan aparat teritorial di daerah. Salah satunya melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa Koramil 02/Rindi Umalulu, Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Syamsurijal, dengan memantau langsung pertumbuhan tanaman padi milik petani di Desa Wanga, Kecamatan Melolo, Minggu (3/5/2026).

Bacaan Lainnya

Pendampingan ini dilakukan dengan turun langsung ke area persawahan guna memastikan kondisi tanaman padi tumbuh optimal. Selain itu, pemantauan juga bertujuan mengidentifikasi sejak dini potensi gangguan, seperti serangan hama maupun penyakit tanaman yang dapat memengaruhi hasil panen.

Sertu Syamsurijal mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan bagian dari peran TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaan.

“Dengan turun langsung ke sawah, kami bisa melihat kondisi riil tanaman padi dan membantu petani dalam mengantisipasi berbagai kendala di lapangan,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten dalam merawat tanaman, mulai dari pengairan hingga pengendalian hama. Upaya ini diharapkan dapat mendorong produktivitas hasil panen.

Di sisi lain, petani setempat menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai memberikan semangat sekaligus pendampingan praktis di lapangan. Keterlibatan aparat dinilai membantu meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat desa.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi petani, mulai dari perubahan cuaca yang tidak menentu, keterbatasan sarana produksi, hingga ancaman hama yang dapat menurunkan hasil panen. Kondisi tersebut membuat pendampingan lapangan menjadi penting, namun belum sepenuhnya cukup tanpa dukungan infrastruktur dan akses pertanian yang memadai.

Pengamat pertanian menilai, kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan petani perlu diperkuat agar program ketahanan pangan tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga menyentuh aspek teknis dan ekonomi, seperti ketersediaan pupuk, irigasi, hingga akses pasar.

Kegiatan yang dilakukan Babinsa ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian. Meski demikian, keberhasilan program ketahanan pangan tetap bergantung pada sinergi berbagai pihak serta keberlanjutan dukungan terhadap petani di tingkat lokal.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *