Sergap.co.id
Kab. Bandung – Upaya penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot dan sekitarnya terus dilakukan. Di tengah gerak cepat Tim Pentahelix bersama masyarakat yang turun langsung melakukan aksi bersih lingkungan dan mitigasi, kontribusi dari pihak perusahaan dinilai belum merata dan masih jauh dari harapan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kegiatan pembersihan sampah, normalisasi saluran air, hingga monitoring infrastruktur penanganan banjir lebih banyak digerakkan oleh kolaborasi antara masyarakat dan Tim Pentahelix.
Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah titik, di antaranya RW 03 Kelurahan Pasawahan, RW 05 Desa Dayeuhkolot, Desa Cangkuang Kulon, serta RW 13 Desa Citeureup pada Minggu (26/4/2026).
Selain aksi bersih-bersih, Tim Pentahelix juga melakukan monitoring terhadap pemasangan U-Ditch oleh Dinas PUTR Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, pemasangan Duck Bill oleh BBWS juga turut dipantau sebagai langkah lanjutan mitigasi.
Di tengah berbagai upaya tersebut, muncul fakta di lapangan. Beberapa perusahaan diketahui telah memberikan dukungan dan sumbangan sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan banjir. Namun, tidak sedikit pula perusahaan yang hingga saat ini belum menunjukkan kontribusi nyata, bahkan tidak memberikan sumbangan dalam bentuk finansial.
“Memang ada perusahaan yang sudah membantu, tapi ada juga yang belum terlihat kontribusinya, bahkan untuk dukungan dana pun belum ada,” ungkap salah satu sumber di lapangan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengingat penanganan banjir dan pemulihan lingkungan merupakan kepentingan bersama yang berdampak langsung pada aktivitas warga maupun dunia usaha.
“Ada yang sudah peduli walaupun tidak besar, itu kami apresiasi. Tapi yang belum, tentu jadi pertanyaan. Ini masalah bersama, harusnya semua ikut ambil bagian,” ujar salah satu sumber
Melalui sorotan ini, diharapkan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak dapat lebih menunjukkan tanggung jawab sosialnya secara nyata. Partisipasi aktif dari semua pihak dinilai menjadi kunci dalam mempercepat mencegah terulangnya dampak banjir di masa mendatang.
Dengan demikian, penanganan banjir tidak lagi menjadi beban sebagian pihak saja, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta secara seimbang dan berkelanjutan. (Asp).






