APM Gaungkan Penguatan Konten Sunda di Tengah Arus Digital

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Priangan Timur menggelar diskusi bertajuk “Nyemah Atikan Penyiaran” di Gedung Bank Indonesia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas menurunnya konten budaya lokal, khususnya di media sosial yang kini didominasi konten global.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator penyiaran, pemerintah daerah, hingga komunitas kreator.

Ketua APM Priangan Timur, Muhamad Irvan Ukasah, menegaskan pentingnya mendorong konten budaya lokal agar tetap eksis di era digital.

Ia menilai bahasa Sunda sebagai salah satu identitas budaya perlu diperkuat melalui produksi konten yang relevan dan menarik.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana konten lokal mampu bersaing dengan algoritma global yang cenderung mengedepankan tren populer.

Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Andiyana Slamet, menyebut rendahnya indeks konten budaya sebagai alarm serius bagi dunia penyiaran.

Ia menilai, tren konten saat ini mulai menggeser nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat.

“Budaya gotong royong perlahan tergeser oleh budaya instan dan individualistis yang banyak muncul di ruang digital,” ujarnya.

Menurut Andiyana, kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama agar tidak berdampak pada melemahnya identitas budaya lokal.

Sementara itu, Diskominfo Jawa Barat menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan konten lokal melalui berbagai kebijakan.

Upaya tersebut meliputi penguatan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap ekosistem kreator.

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pengembangan konten budaya lokal.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi konten budaya di berbagai platform digital.

Dari hasil diskusi, terdapat tiga poin utama yang disepakati sebagai langkah strategis ke depan.

Ketiga poin tersebut meliputi afirmasi ruang bagi konten lokal, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, yang akan didorong secara berkelanjutan oleh APM Priangan Timur.

(R**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *