Pemuda Bergerak, Negara Disentil: KNPI Karangjaya Bagikan Takjil dan Santunan di Penghujung Ramadhan

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangjaya menggelar aksi pembagian takjil dan santunan kepada anak yatim di penghujung bulan suci Ramadhan, Kamis (19/3/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga bentuk kritik terhadap kondisi ketimpangan sosial yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Puluhan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan, sementara santunan diberikan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian nyata.

Ketua KNPI Karangjaya, Ali Primadani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan.

Ia menyebut, aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan moral pemuda dalam merespons realitas sosial yang masih jauh dari kata adil.

“Pemuda tidak boleh diam. Pemuda harus hadir, bergerak, dan menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembagian takjil bukan hanya sekadar makanan berbuka puasa, tetapi simbol kepedulian sosial.

Ia bahkan menyebut aksi ini sebagai representasi kehadiran yang selama ini dirasakan kurang oleh sebagian masyarakat.

“Takjil yang kami bagikan adalah simbol bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian,” katanya.

Santunan kepada anak yatim, lanjutnya, juga bukan sekadar bantuan materi.

Lebih dari itu, santunan tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

KNPI Karangjaya menilai bahwa ketimpangan sosial, kemiskinan, dan ketidakmerataan kesejahteraan masih menjadi persoalan serius.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen, termasuk pemerintah dan dunia usaha, untuk tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.

Ramadhan, menurutnya, harus menjadi momentum refleksi, bukan hanya bagi individu tetapi juga bagi para pengambil kebijakan.

KNPI juga menegaskan bahwa perubahan tidak akan lahir dari sikap diam.

Perubahan, kata Ali, hanya akan terjadi melalui keberanian untuk bersikap dan konsistensi dalam bergerak.

Kegiatan yang dilakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, namun dinilai sebagai fondasi gerakan pemuda yang lebih besar.

“Pemuda bukan sekadar harapan masa depan, tetapi kekuatan hari ini yang menentukan arah perubahan,” pungkasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *