SUMBA BARAT DAYA, NTT, || Dunia pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya kembali menjadi sorotan setelah seorang oknum kepala sekolah berinisial UT alias Tatan diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap warga di Jalan Walet, Desa Radamata, Kecamatan Kota Sumba Barat Daya, Jumat (13/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Sumba Barat Daya dengan nomor laporan LP.B/44/III/2026/SPKT. Dalam laporan itu disebutkan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan, yakni Umang, Andi, dan Tatan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA ketika korban Muhammad Yusuf hendak menuju bandara. Saat berada di lokasi kejadian, ia mengaku dicegat oleh para pelaku.
Menurut keterangan korban, tanpa adanya dialog terlebih dahulu, para pelaku langsung melakukan intimidasi dan kekerasan fisik menggunakan kayu.
“Saya dicegat dan dipukul. Mereka menggunakan kayu jati untuk menghajar saya. Saya hanya bisa berteriak meminta tolong dan berlari masuk ke dalam rumah,” ujar Yusuf kepada awak media.
Tidak hanya itu, seorang warga bernama Jamaludin Wungo yang datang untuk menolong juga ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Jamaludin mengaku sempat dicekik oleh salah satu pelaku dan dipukul menggunakan kayu oleh pelaku lainnya hingga mengalami luka-luka.
Sementara itu, pihak keluarga salah satu terlapor menyebut insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait ucapan “Amin” yang diucapkan korban saat pelaku sedang menyampaikan khotbah di Masjid Alfalah Waitabula.
Namun, korban membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa ucapan tersebut merupakan bagian dari ibadah, sekaligus upaya menegur anak-anak yang ribut di dalam masjid.
Korban Jamaludin Wungo menyatakan telah melaporkan kasus ini secara resmi kepada pihak kepolisian dan menolak upaya mediasi. Ia berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif agar memberikan kepastian hukum dan efek jera bagi para pelaku.
(Ms)





