Lampion Street Market Kupang Putar Ekonomi UMKM Hampir Rp1 Miliar

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Kegiatan Kupang Lampion Street Market yang berlangsung selama tiga hari di ruas Jalan El-Tari, depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, resmi ditutup pada Minggu (8/3). Event ini dinilai berhasil menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total transaksi diperkirakan mendekati Rp1 miliar.

Bacaan Lainnya

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, unsur Forkopimda Kota Kupang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT.

Wali Kota Kupang Christian Widodo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial masyarakat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal.

“Selama tiga hari kegiatan ini telah menggerakkan ekonomi di Kota Kupang dan meningkatkan daya saing UMKM. Ini bukti bahwa kegiatan kreatif seperti ini mampu membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Kota Kupang yang memiliki karakteristik sebagai kota jasa dan perdagangan.

“UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Kita tidak punya banyak hasil bumi, tetapi UMKM menjadi tumpuan utama pergerakan ekonomi daerah,” katanya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan lebih sering sebagai ruang promosi produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menilai kegiatan festival kuliner dan budaya seperti Kupang Lampion Street Market mampu meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memperluas peredaran uang di daerah.
Menurutnya, sektor UMKM memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, bahkan menyumbang sekitar 60 persen dari aktivitas ekonomi daerah.

“Event seperti ini bukan hanya ruang kreativitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi karena transaksi ekonomi terjadi secara langsung di masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, dr. Andree Hartanto, Sp.OG., menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Maret tersebut diikuti oleh 70 pelaku UMKM dan seluruh slot stan terisi penuh.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Bank Indonesia Perwakilan NTT, transaksi yang terjadi selama dua hari pertama telah mencapai hampir Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Total perputaran uang selama tiga hari kegiatan diperkirakan mendekati Rp1 miliar.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan masuk dalam kalender event pariwisata Kota Kupang, sekaligus menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *