Benahi Distribusi Air di Kota Soe, Direksi Perumda TTS : Menargetkan Warga Nikmati Air Lebih Lancar dari sebelumnya

Caption : Diretur Perumda air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Frans Stefen Tafui, SP

SERGAP.CO.ID

SOE, || Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Frans Stefen Tafui, SP yang baru menjabat sejak 21 Januari 2026 mulai melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam satu bulan pertama masa kerjanya, fokus utama yang dilakukan adalah memperlancar distribusi air bagi warga Kota Soe.

Ia menjelaskan, salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengoptimalkan pipa transmisi baru yang sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2022 namun belum dimanfaatkan. Bersama tim teknis, pihaknya melakukan koneksi antara pipa lama dengan pipa baru sehingga distribusi air ke masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Menurutnya, Kota Soe memiliki beberapa sumber air utama, di antaranya mata air Bonleu, sumur bor di Nifuhuki, serta mata air Oe’soe. Namun karena jumlah sumber air terbatas dan kebutuhan masyarakat cukup besar, distribusi air belum bisa dilakukan selama 24 jam penuh.

Distribusi air dari masing-masing sumber juga memiliki jadwal yang berbeda. Air dari Mata Air Oe Soe dapat mengalir ke pelanggan selama 24 jam.

Sementara itu, sumber air dari Sumur Bor Nifuhuki 1 dan 2 dialirkan kepada pelanggan setiap dua hari sekali. Untuk sumber air Oenasi, distribusi dilakukan setiap empat hari sekali. Sedangkan sumber air Bonleu dialirkan sekitar lima hari sekali.

Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan transmisi yang sudah tua karena dibangun sejak tahun 1996 sehingga banyak mengalami kebocoran akibat tekanan air dan kondisi geografis yang ekstrem.

Selain itu, masih ditemukan praktik tapping atau pembobolan pipa secara liar oleh masyarakat yang menyebabkan debit air yang masuk ke reservoir menurun dari sekitar 50 liter per detik menjadi 37 liter per detik dan terus berkurang menjelang musim kemarau.

“Karena keterbatasan debit air, kami menerapkan sistem zonasi. Dalam satu hari minimal masyarakat bisa menikmati air bersih selama enam jam sesuai jadwal aliran di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Selain memperbaiki jaringan distribusi, pihak Perumda juga melakukan perbaikan pipa di berbagai jalur, termasuk di jalan kabupaten dan kecamatan. Namun untuk perbaikan jaringan di sepanjang jalan negara, pihaknya masih menunggu izin dari Balai Jalan karena pekerjaan harus menggali pipa yang berada di sisi jalan dengan kedalaman sekitar dua hingga tiga meter.

Di sisi lain, Perumda Air Minum TTS juga mulai melakukan inovasi dalam sistem pembayaran.

Mulai Maret 2026, pelanggan tidak lagi harus membayar rekening air di kantor Perumda. Pembayaran dapat dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama, yakni Bank NTT, BRI, dan BNI, termasuk melalui cabang, agen, maupun aplikasi perbankan.

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi pencatatan keuangan serta meminimalkan potensi kebocoran pendapatan. Dengan sistem digital, manajemen juga lebih mudah melakukan kontrol terhadap pemasukan perusahaan.

Selain itu, direktur juga turun langsung ke sejumlah unit pelayanan di kecamatan untuk melihat potensi sumber air yang ada. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan frekuensi distribusi air di wilayah yang selama ini hanya mendapat aliran air sekali dalam seminggu agar bisa menjadi dua hingga tiga kali.

Namun ia mengakui, kendala besar yang dihadapi di tingkat kecamatan adalah sedikitnya jumlah sambungan rumah (SR) dibandingkan dengan biaya operasional. Pengoperasian instalasi air di beberapa kecamatan masih menggunakan mesin genset yang membutuhkan sekitar 75 liter solar untuk operasi selama enam jam.

“Jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan yang ada, pemasukan belum mampu menutup biaya operasional,” ujarnya.

Untuk mencari solusi, pihaknya bersama Komisi II DPRD TTS telah melakukan peninjauan lapangan. DPRD disebut siap membantu masyarakat melalui program pokok pikiran (pokir) dengan memberikan bantuan meteran air gratis agar jumlah sambungan rumah dapat meningkat.

Saat ini, jumlah sambungan rumah yang aktif tercatat sekitar 6.700 pelanggan, dari total data lebih dari 8.000 pelanggan yang pernah tercatat. Namun tidak semua pelanggan aktif membayar rekening air setiap bulan.
Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen Perumda untuk melakukan pendataan dan survei kepuasan pelanggan guna mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat.

“Kami ingin memastikan pelanggan yang ada tetap aktif membayar dan kalau bisa jumlah sambungan rumah terus bertambah,” katanya.

Ia menargetkan pertumbuhan sambungan rumah minimal lima persen setiap tahun dari jumlah pelanggan aktif yang ada saat ini. Target tersebut dinilai penting untuk memperkuat keseimbangan antara pendapatan perusahaan dan biaya operasional.

Direktur juga menilai penurunan jumlah pelanggan aktif dari sekitar 8.000 menjadi 6.700 merupakan kondisi yang harus segera dibenahi. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD agar dapat mempertimbangkan penambahan penyertaan modal guna memperluas jaringan sambungan rumah baru.

Saat ini tarif air di Kabupaten TTS masih relatif rendah, yakni sekitar Rp4.500 per meter kubik untuk tarif dasar.

Sementara untuk pelanggan kelas niaga seperti perkantoran, tarif tertinggi mencapai sekitar Rp7.500 per meter kubik. Biaya pemasangan sambungan baru dipatok sekitar Rp2,5 juta yang mencakup meteran, administrasi penyambungan, pipa, serta instalasi.

Ke depan, Perumda TTS juga berencana mengembangkan sistem pembayaran air berbasis token seperti pulsa listrik. Teknologi ini sedang dikembangkan bersama Universitas Telkom Bandung melalui perangkat yang disebut Aquator.

Dengan sistem tersebut, pelanggan cukup mengisi token air. Jika token habis, aliran air ke rumah akan otomatis berhenti hingga pelanggan melakukan pengisian ulang.

“Harapan kami ke depan sistem ini bisa mempermudah pelayanan sekaligus membuat pengelolaan air lebih tertib. Jika pelanggan belum mengisi token, air tidak akan mengalir ke meteran,” ujarnya.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *