Pemkot -UPG 1945 Berkolaborasi Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kota Kupang

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara pemerintah dan perguruan tinggi saat menerima audiensi jajaran pimpinan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT), Senin (23/2).

Bacaan Lainnya

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh kampus sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan yang berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat,” tegas Christian Widodo di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, bersama jajaran pimpinan universitas.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan terima kasih atas silaturahmi ini. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk ide, gagasan, dan kerja kolaboratif demi kemajuan Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dengan kalangan akademisi menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam penyusunan kajian kebijakan, riset terapan, hingga pendampingan program strategis daerah.

Sementara itu, Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, menegaskan komitmen kampusnya untuk terus memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Kupang.

“Sebagai perguruan tinggi yang telah hampir 20 tahun hadir di Kota Kupang, kami ingin berkontribusi lebih konkret dalam pembangunan daerah,” katanya.

Ia memaparkan sejumlah agenda kolaborasi yang ditawarkan, mulai dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), hingga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di sekolah-sekolah SD dan SMP.

“Kami juga siap mendukung pemerintah dalam penanganan isu strategis seperti pengelolaan sampah dan stunting melalui riset dan pendampingan berbasis akademik,” tambahnya.

UPG 1945 NTT, lanjutnya, membuka peluang sosialisasi program studi bagi ASN di lingkup Pemerintah Kota Kupang, termasuk skema pembelajaran hybrid untuk jenjang S1 dan S2, serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pegawai yang telah memiliki pengalaman kerja.
Menanggapi hal itu, Wali Kota memastikan dukungan penuh dari pemerintah kota.

“Kami siap mempercepat penyusunan MoU dan PKS agar kerja sama ini segera berjalan. Akademisi UPG juga bisa terlibat dalam tim penilai kebersihan, kajian kebijakan, maupun riset pendukung program pembangunan,” jelasnya.

Terkait beasiswa, Christian Widodo mengakui adanya efisiensi anggaran pada 2026. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah tetap berpihak pada mahasiswa.

“Walau ada efisiensi anggaran, kami tetap berupaya mengalokasikan dukungan bagi mahasiswa. Ke depan, kita juga akan mempertimbangkan bantuan khusus bagi mahasiswa yang terkendala biaya tugas akhir,” tandasnya.

Pertemuan yang berlangsung dialogis itu ditutup dengan kesepahaman bahwa kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi harus diperkuat demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Kota Kupang yang inklusif serta berkelanjutan.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *