SURABAYA, || Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Bangil, Yanuar Rinaldi, menghadiri kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI ke Provinsi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Kamis (29/01/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di bidang pemasyarakatan.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka evaluasi keamanan, sumber daya manusia, serta tata kelola penyelenggaraan pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung di Hotel Novotel Samator Surabaya dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, bersama jajaran anggota komisi.
Rombongan Komisi XIII DPR RI diterima oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, didampingi para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur.
Karutan Bangil, Yanuar Rinaldi, hadir bersama para pimpinan UPT Pemasyarakatan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI di sektor pemasyarakatan.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi XIII DPR RI melakukan diskusi dan pendalaman terkait kondisi keamanan di UPT Pemasyarakatan, termasuk tantangan yang dihadapi dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di dalam rutan dan lapas.
Selain aspek keamanan, evaluasi juga difokuskan pada ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang layanan pemasyarakatan yang efektif dan berintegritas.
Komisi XIII DPR RI turut menyoroti pentingnya tata kelola pemasyarakatan yang transparan dan berkelanjutan, seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.
Melalui kehadirannya, Rutan Bangil menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung kebijakan dan program peningkatan kualitas pemasyarakatan di Jawa Timur.
Hasil evaluasi serta masukan dari Komisi XIII DPR RI diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan penguatan sistem pemasyarakatan yang lebih aman, profesional, dan berkelanjutan di masa mendatang.
(Iwan)






