KEBUN TEH MALAMAR JAWA BARAT, || Perkebunan teh di Kertamanah, Malabar, kembali menjadi sorotan setelah hampir 275 ribu pohon teh rusak akibat perusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Perusakan ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan terus berlanjut meskipun telah dipasang plang peringatan dan ancaman hukum.
Iskandar Setiawan, Adsi Tata Usaha PT. Perkebunan Nusantara I Regional 2 Kebun Malabar, mengungkapkan kekesalannya atas tindakan oknum tersebut. “Mereka berdalih membantu masyarakat, tapi masyarakat yang mana? Karyawan kami di sini juga bagian dari masyarakat. Mereka mencari kehidupan dari pohon teh ini,” ujarnya.
Perusakan pohon teh ini tidak hanya merusak aset negara, tetapi juga berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Pohon teh berperan penting dalam menjaga kelestarian alam, dan jika terus dirusak, Pangalengan bisa mengalami kekurangan air dan longsor.
PT. Perkebunan Nusantara I Regional 2 Kebun Malabar telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berupaya mencegah perusakan dengan memasang plang peringatan dan melakukan penanaman kembali pohon keras lain.
Masyarakat Diminta Bantu Hentikan Perusakan
Iskandar berharap masyarakat dapat membantu menghentikan tindakan merusak ini dan menyerukan kepada para pengusaha yang ingin menjadikan lahan pertanian untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama.
“Perkebunan teh adalah aset negara yang harus kita jaga bersama. Kami mohon kesadaran kepada oknum masyarakat untuk menghentikan perusakan ini,” pungkasnya.
(Dewi)






