KAB. BEKASI, || Dewan Pendidikan Kabupaten Bekasi melayangkan kritik keras terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, yang dinilai kurang responsif dalam menangani dampak banjir terhadap dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Kritik tersebut disampaikan menyusul banjir besar yang melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi pada awal tahun 2026, yang mengakibatkan lumpuhnya aktivitas belajar mengajar di puluhan sekolah, khususnya di wilayah rawan banjir.
Menurut Dewan Pendidikan, langkah yang diambil Dinas Pendidikan hingga kini masih sebatas administratif, seperti penerbitan surat edaran, tanpa diiringi kehadiran langsung pimpinan dinas ke lokasi sekolah terdampak banjir.
Ketua Bidang Pendidikan Dasar Dewan Pendidikan Kabupaten Bekasi, Sardi, menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, seorang kepala dinas seharusnya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil sekolah, guru, dan peserta didik.
“Kadisdik jangan cuma duduk santai di balik meja dan hanya mengeluarkan surat edaran. Saat sekolah-sekolah terendam banjir, kehadiran pemimpin sangat dibutuhkan,” ujar Sardi dalam keterangannya, Jumat (23/01/2026).
Ia menambahkan, kepemimpinan di masa krisis tidak cukup dilakukan melalui laporan tertulis, melainkan dengan melihat langsung kendala teknis di lapangan, mulai dari kerusakan ruang kelas hingga keterbatasan sarana belajar siswa.
Dewan Pendidikan juga menilai belum adanya langkah konkret dan terukur dari Dinas Pendidikan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah bencana banjir yang meluas di Kabupaten Bekasi.
“Harus ada langkah nyata, bukan sekadar imbauan di atas kertas. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena koordinasi dilakukan secara pasif,” tegas Sardi.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah sekolah di wilayah Muaragembong, Babelan, dan Tambun Utara dilaporkan masih tergenang air, sehingga ribuan siswa terpaksa belajar dari rumah dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Dewan Pendidikan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera melakukan pemetaan aset sekolah yang terdampak, mendata kerusakan fasilitas, serta menyiapkan skema pembelajaran darurat yang efektif dan berkeadilan.
Sementara itu, hingga saat ini tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kadisdik Kabupaten Bekasi Imam Faturochman. Namun, yang bersangkutan belum berhasil ditemui, dan nomor telepon selulernya dilaporkan tidak aktif saat dihubungi.
(Red)






