OSOP Dorong Sekolah Jadi Motor Ekonomi Lokal, SMK Bukapiting Alor Produksi Abon Tuna

SERGAP.CO.ID

KALABAHI, || Kebijakan One School One Product (OSOP) yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma (Melki–Johni), mulai menunjukkan dampak nyata di dunia pendidikan. Program ini tidak hanya memperkuat pembelajaran vokasional, tetapi juga mendorong sekolah menjadi penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.

Bacaan Lainnya

Salah satu implementasi berhasil ditunjukkan SMK Negeri Bukapiting, Kabupaten Alor, yang mengembangkan abon ikan tuna sebagai produk unggulan sekolah. Inovasi tersebut dinilai tepat sasaran karena memanfaatkan kekayaan sumber daya kelautan Alor.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, mengatakan keberhasilan SMK Negeri Bukapiting menjadi bukti bahwa OSOP berjalan bukan sebatas konsep, melainkan praktik nyata di sekolah.

“Ini contoh konkret bagaimana OSOP dijalankan. Sekolah mampu membaca potensi lokal dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Inilah tujuan OSOP,” ujar Ambros Kodo usai menerima produk OSOP dari SMK Negeri Bukapiting di Kupang, Senin (21/1/2026).

Menurut Ambros, OSOP dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui OSOP, SMK Negeri Bukapiting tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan vokasional, tetapi juga membentuk karakter produktif, mandiri, dan kreatif pada peserta didik. Program ini dinilai mampu memperkuat peran sekolah sebagai bagian dari ekosistem ekonomi lokal.

Keberhasilan tersebut, lanjut Ambros, diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Alor maupun wilayah NTT dalam mengimplementasikan OSOP sebagai strategi penguatan pendidikan berbasis potensi daerah dan pembangunan sumber daya manusia.

Program OSOP juga sejalan dengan Dasacita ke-3 Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui integrasi pendidikan dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, serta memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan potensi lokal.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Bukapiting, Simon Dgustan Laumakiling, S.Pd, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara guru dan siswa dalam menerjemahkan kebijakan OSOP ke dalam pembelajaran produktif.

“OSOP memberi ruang bagi sekolah untuk berinovasi. Siswa kami terlibat langsung mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan abon ikan tuna. Ini pembelajaran nyata,” kata Simon.

Ia menambahkan, melalui OSOP siswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang nilai ekonomi, kemandirian, dan tanggung jawab, sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan usaha ke depan.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *