LEMBATA, || Prestasi membanggakan kembali diukir dunia pendidikan di Kabupaten Lembata. SMPN Tujuh Maret Hadakewa resmi dinobatkan sebagai Juara Satu Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten tahun 2025.
Sekolah yang terletak di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan ini sekaligus baru saja merayakan dua dekade perjalanan sejak berdiri pada 7 Maret 2005.
Momentum ulang tahun ke-20 itu terasa istimewa karena beriringan dengan capaian prestasi di bidang pelestarian lingkungan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam apel kesadaran tanggal 17 Januari 2025 di halaman Kantor Bupati Lembata.
Apel tersebut dipadukan dengan penyerahan SK purnatugas sejumlah ASN, penyerahan SK Sekolah Adiwiyata, serta pelepasan personel Pol PP yang akan bertugas di sembilan kecamatan.
Penetapan SMPN Tujuh Maret sebagai juara didasarkan pada komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan, pengelolaan limbah, serta integrasi pendidikan lingkungan hidup ke dalam aktivitas belajar mengajar.
Kepala SMPN Tujuh Maret Hadakewa, Fransiskus K. Ona, mengatakan capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah selama ini.
Menurutnya, sekolah menerapkan beberapa program seperti pengelolaan sampah mandiri melalui pemilahan sampah organik dan anorganik yang diolah menjadi kompos oleh siswa dan perabot dan hiasan dari plastik bekas, lubang biopori terintegrasi pengomposan alami, sumur resapan air, hutan mini sekolah terintegrasi guru wali.
Budaya hemat energi juga terus dikampanyekan melalui gerakan pengurangan plastik sekali pakai serta penghematan penggunaan air dan listrik di lingkungan sekolah.
Semua ini dijabarkan dari revisi terhadap visi sekolah dan dokumen kurikulum yang mengeksplisitkan pendidikan ekologi.
“Gelar ini adalah bonus dari karakter peduli lingkungan yang sudah kami tanamkan setiap hari. Tujuan utama kami bukan sekadar penghargaan, tetapi mencetak generasi yang cinta dan bertanggung jawab terhadap bumi,” ujar Fransiskus.
Dengan predikat Juara 1 tingkat kabupaten, SMPN Tujuh Maret Hadakewa kini dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pihak sekolah berharap dukungan orang tua dan masyarakat terus menguat agar budaya bersih dan peduli lingkungan dapat meluas hingga ke rumah dan lingkungan sekitar.
Sekolah Adiwiyata dinilai bukan sekadar soal keindahan fisik, melainkan gerakan pendidikan karakter yang mampu membentuk perilaku generasi masa depan yang lebih ramah lingkungan.
(Desy)






