TASIKMALAYA KOTA, || Sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi mengimbau masyarakat untuk menyambut pergantian Tahun Baru dengan cara yang lebih bermakna, penuh kepedulian, serta tanpa menyalakan kembang api dan petasan.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Tasikmalaya Kota kepada masyarakat agar perayaan Tahun Baru tidak dilakukan secara berlebihan, melainkan dimaknai sebagai momentum refleksi diri, penguatan solidaritas sosial, dan peningkatan kepekaan terhadap kondisi sesama.
AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan bahwa saat ini banyak saudara sebangsa yang masih tertimpa musibah bencana alam, sehingga sudah sepantasnya masyarakat menunjukkan empati dan rasa kemanusiaan dalam menyambut pergantian tahun.
“Saat ini saudara-saudara kita di sejumlah wilayah sedang tertimpa musibah. Pergantian tahun dapat kita isi dengan doa bersama, kegiatan sosial, serta aksi kemanusiaan sebagai wujud kepedulian,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi, Kamis (25/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan pada malam pergantian Tahun Baru. Selain berisiko terhadap keselamatan, penggunaan kembang api dinilai kurang mencerminkan empati di tengah situasi duka yang masih dirasakan para korban bencana.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, seperti konvoi berlebihan, pesta minuman keras, maupun perayaan yang tidak memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar.
“Mari kita sambut Tahun Baru dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna, memperbanyak doa untuk keselamatan bangsa, serta menumbuhkan kepedulian sosial bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Kapolres Tasikmalaya Kota menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah preventif guna menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan malam pergantian tahun.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak merekomendasikan penggunaan kembang api pada malam puncak pergantian Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap korban bencana.
“Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun, karena kita semua sedang merasakan suasana kebatinan yang sama dan mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Kapolri.
Melalui imbauan ini, Polres Tasikmalaya Kota berharap masyarakat dapat menyambut Tahun Baru dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan kepedulian sosial demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan bermakna.
(M. Ali)






